Intisari Berita:
Dua siswi kelas 3 SDN Pekarungan Sidoarjo nyaris menjadi korban pencurian perhiasan anting dengan modus berpura-pura mengukur baju.
Pelaku membujuk korban hingga ke area persawahan sepi dengan dalih diperintah oleh orang tua korban.
Aksi kejahatan berhasil digagalkan setelah kedua korban berani berteriak, melarikan diri, dan meminta perlindungan pihak sekolah.
Sidoarjo, Jatimmandiri.id — Modus kejahatan manipulatif yang mengincar anak-anak sekolah dasar kembali marak di Kabupaten Sidoarjo. Dua siswi kelas 3 SDN Pekarungan, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo, nyaris menjadi korban pencurian perhiasan anting oleh seorang pria tidak dikenal yang berpura-pura disuruh oleh ibu korban.
Peristiwa yang menimpa AMA (9) dan rekannya, S (9), tersebut sempat terekam dalam rekaman video pengakuan korban hingga tular (viral) di berbagai media sosial sejak Jumat (24/7/2026).
Azkaira menceritakan bahwa peristiwa bermula saat mereka berdua dihentikan oleh pelaku saat berjalan kaki di sekitar permukiman kampung. Pelaku mengoceh dengan dalih mendapat amanat dari orang tua korban untuk mengukur badan serta mengganti perhiasan anting.
“Orang itu ngomong ke aku, ‘Halo, mamamu pesan anting ya sekalian mau ngukur pakaian’,” kata AMA menceritakan ulang kronologi kejadian, Senin (27/7/2026).
Ditarik ke Sawah Sepi dan Berani Berteriak
Meski kedua bocah tersebut sempat menolak, pelaku terus membujuk hingga menggiring mereka ke kawasan area persawahan yang sepi. Di lokasi lengang itulah pelaku mulai melancarkan aksinya dengan mencoba mencopot anting emas yang melingkar di telinga korban.
Merasa curiga dan terancam, AMA tidak tinggal diam dan langsung berteriak histeris di lokasi kejadian.
Response korban:
-
Perlawanan Verbal: Berteriak kencang di lapangan saat pelaku mencoba melepas perhiasan.
-
Tindakan Penyelamatan Diri: Langsung berlari kencang (menggeh-menggeh) menjauhi pelaku ke tempat ramai.
-
Mencari Perlindungan Tepat: Memilih berlari menuju area SDN Pekarungan ketimbang pulang ke rumah demi keamanan.
“Waktu mau dicopot antingku, aku teriak-teriak. Pelakunya malah bilang, ‘Jangan teriak-teriak, enggak elok.’ Aku sama Sila langsung lari kencang. Karena takut, kami enggak berani pulang ke rumah, jadi langsung lari ke sekolah ketemu Bu Ida buat minta tolong teleponin mama,” tuturnya.
Guru Amankan Korban dan Hubungi Orang Tua
Setibanya di area sekolah dalam keadaan syok dan menangis, jajaran guru SDN Pekarungan dengan sigap mengamankan kedua murid tersebut serta menghubungi pihak keluarga agar segera menjemput.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi para orang tua dan tenaga pendidik untuk secara rutin memberikan edukasi mitigasi bahaya (stranger danger) kepada anak-anak, agar tidak pernah menuruti bujukan orang asing yang mengatasnamakan keluarga.












