Probolinggo, Jatimmandiri.id – Bupati Probolinggo Mohammad Haris menegaskan bahwa pengamalan Pancasila harus diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari karena nilai-nilai Pancasila tidak cukup hanya dihafalkan, tetapi harus menjadi pedoman dalam menjalankan amanah dan menyelesaikan berbagai persoalan.
“Pancasila itu sekali lagi bukan hanya kata-kata, tetapi sebuah amanah yang harus kita laksanakan di dalam kehidupan sehari-hari,” katanya saat memberikan sambutan dalam upacara bendera memperingati Hari Kesaktian Pancasila yang digelar di halaman depan Kantor Bupati Probolinggo, Jawa Timur, Kamis (1/9).
Dalam peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun ini yang mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur” dihadiri seluruh jajaran Forkopimda Kabupaten Probolinggo.
“Dalam bekerja, dalam beramanah, dalam menyelesaikan kesalahpahaman, di dalam apapun, Pancasila itu akan sakti jika kita amalkan, bukan dihafalkan,” katanya.
Haris mengatakan nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan harus menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam menjalankan pemerintahan.
“Segala sesuatunya memang harus diselesaikan secara bermusyawarah, dengan konsep persatuan sebagai keutamaan dan melihat keagamaan, ketuhanan dan kemanusiaan sebagai toleransi atas kehidupan kita sehari-hari,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Probolinggo juga menyerahkan secara simbolis Surat Keputusan (SK) Mutasi Guru kepada 5 orang guru dari total 189 orang dan SK Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu kepada 10 orang dari total 2.725 orang.
Haris mengatakan Pemkab Probolinggo akan berupaya menjalankan pembangunan secara maksimal selama masa amanah kepemimpinannya dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Prinsip dalam lima tahun ini, di dalam amanah kami, saya ingin memberikan yang terbaik untuk Kabupaten Probolinggo,” pungkasnya.












