Makasar, Jatimmandiri.id – Operasional Sekolah Rakyat di berbagai daerah terus diperkuat melalui pemenuhan tenaga pendidik, pengasuh, dan petugas pendukung. Kementerian Sosial (Kemensos) mencatat lebih dari 13.000 tenaga telah terlibat dalam program pendidikan gratis tersebut, seiring target pemerintah membangun 500 Sekolah Rakyat permanen di seluruh Indonesia pada 2029.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan, kebutuhan sumber daya manusia (SDM) akan dipenuhi secara bertahap melalui seleksi yang disesuaikan dengan jumlah siswa, kelas, serta ketersediaan sarana dan prasarana sekolah.
“Kita semua kira-kira sudah ada sekitar 13.000 orang, mulai dari guru, wali asrama, wali asuh. Namun, setiap tahun kami akan seleksi ya. kebutuhan wali-wali ini menyesuaikan kelas, menyesuaikan sarana dan prasarananya yang ditargetkan pemerintah,” kata dia di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis.
Ia menjelaskan, pada tahap awal pelaksanaan program, Kemensos memanfaatkan tenaga pendamping dari berbagai pilar sosial, termasuk pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), untuk membantu operasional sekolah.
Seiring perkembangan program, perekrutan tenaga melalui formasi resmi dilakukan secara terbuka dan transparan, mengikuti mekanisme seleksi aparatur sipil negara, baik pegawai negeri sipil (PNS) maupun pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).
“Untuk Sekolah Rakyat sementara memang menggunakan bantuan dari SDM Kementerian Sosial, apakah itu pendamping PKH (Program Keluarga Harapan) atau pilar-pilar sosial yang lain. Namun, di luar itu kita lakukan seleksi. Ketika hasil seleksi selesai, SDM-nya sudah ada, maka yang diperbantukan di situ ditarik mundur,” ujarnya.
Selain guru, wali asrama, dan wali asuh, Kemensos juga melengkapi tenaga keamanan, juru masak, serta petugas kebersihan secara bertahap. Pemenuhan tenaga pendukung diperlukan agar kegiatan belajar dan pelayanan siswa berjalan optimal.
Menjangkau Anak dari Keluarga Miskin
Sekolah Rakyat merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang menyediakan akses pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga dengan tingkat kesejahteraan terendah, yakni desil 1–4 berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Program ini mengintegrasikan pendidikan dengan upaya pengentasan kemiskinan. Dukungan yang terkait mencakup Makan Bergizi Gratis (MBG), Cek Kesehatan Gratis (CKG), jaminan kesehatan Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK), serta keterhubungan dengan Koperasi Merah Putih dan Program 3 Juta Rumah.
Berdasarkan data Kemensos, sebanyak 182 titik Sekolah Rakyat, baik rintisan maupun terintegrasi, telah beroperasi. Fasilitas tersebut menampung sekitar 44.000 siswa jenjang SD, SMP, dan SMA dengan dukungan belasan ribu guru serta pengasuh.
Dari jumlah tersebut, 100 sekolah telah memiliki gedung permanen. Pemerintah menargetkan pembangunan 500 Sekolah Rakyat permanen hingga 2029, disertai pemenuhan tenaga kerja sesuai kebutuhan setiap fasilitas.












