Surabaya, Jatimmandiri.id – Jejak sejarah arsitektur Kota Tua Surabaya kini mendapatkan ruang khusus di lingkungan kampus.
Program Studi Arsitektur Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya bersama lembaga TiMe Amsterdam secara resmi membuka Berlage’s Corner di Perpustakaan Graha Wiyata, Rabu, 20 Mei 2026.
Peresmian sudut literasi riset bangunan kuno ini bukan sekadar seremoni, melainkan langkah strategis dalam melestarikan warisan sejarah melalui kolaborasi lintas institusi.
Acara yang dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, akademisi, hingga para peneliti tersebut menyoroti pentingnya literasi sejarah arsitektur bagi generasi muda.
Petra Timmer, pegiat arsitektur heritage asal TiMe Amsterdam menyebut, Berlage’s Corner diproyeksikan menjadi pusat referensi sekaligus ruang eksplorasi bagi mahasiswa untuk mendalami seluk-beluk bangunan heritage di Surabaya.
“Kami mengambil contoh sejarah dari Gedung Singa, mulai dari arsitekturnya, pekerjanya, hingga ornamen-ornamen pendukung lainnya,” kata Petra.
Sudut literasi ini menyimpan kekayaan informasi hasil riset mendalam dari koleksi yang dihadirkan meliputi dokumentasi desain, detail ornamen, catatan historis, hingga arsip administrasi Gedung Singa yang selama ini tersimpan rapi.
Salah satu temuan menarik dalam penelitian tersebut adalah keterlibatan masyarakat lokal Surabaya dalam konstruksi Gedung Singa, yang dirancang oleh arsitek ternama Belanda, Hendrik Petrus Berlage.
Petra juga menemukan jejak inspirasi budaya Indonesia dalam ornamen-ornamen bangunan, sebuah bukti nyata akulturasi arsitektur Eropa dan identitas lokal.
Menyadari besarnya potensi riset ini, Petra mengajak sivitas akademika Untag Surabaya untuk terus mengembangkan studi tersebut.
“Melalui material yang saya bagikan, mahasiswa bisa merekonstruksi cerita kota dan memahami bagaimana bangunan menjadi bagian penting dari identitas Surabaya,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Rektor Untag Surabaya, Harjo Seputro, memberikan apresiasi tinggi atas kolaborasi riset yang melibatkan lintas sektor ini.
Ia menekankan bahwa pelibatan mahasiswa dalam penelitian sejarah arsitektur adalah bentuk pengalaman akademik yang bernilai, sekaligus memperkuat peran universitas dalam menjaga narasi sejarah kota.
“Kami sangat senang mahasiswa kami dilibatkan dalam penelitian ini. Kami yakin penelitian yang menggandeng Universitas Negeri Malang, Pemerintah Kota Surabaya, dan beberapa program studi di Untag Surabaya ini akan memberikan manfaat besar bagi dunia sejarah dan pendidikan,” jelas Harjo.
Kehadiran Berlage’s Corner mempertegas posisi Untag Surabaya sebagai institusi yang tidak hanya fokus pada perkembangan masa depan, tetapi juga berkomitmen penuh dalam mendukung riset pelestarian heritage dan memperkuat jejaring kolaborasi internasional di bidang sejarah perkotaan. (bin)












