Jatim

Tutup UKW Angkatan ke-24, Lembaga Uji Unitomo Cetak 21 Wartawan Profesional

×

Tutup UKW Angkatan ke-24, Lembaga Uji Unitomo Cetak 21 Wartawan Profesional

Sebarkan artikel ini
Peserta UKW Angkatan ke-24 yang diselenggarakan oleh Lembaga Uji Unitomo.
Example 468x60

Surabaya, Jatimmandiri.id – Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Angkatan ke-24 yang diselenggarakan oleh Lembaga Uji Universitas Dr Soetomo (Unitomo) Surabaya resmi berakhir pada Minggu, 27 Juni 2026.

Dalam uji sertifikasi yang dihelat selama 2 hari ini, seluruh peserta total berjumlah 21 orang.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Mereka terdiri dari 11 jenjang Muda, 8 jenjang Madya, dan 2 jenjang Utama, dinyatakan kompeten sepenuhnya.

Prosesi penutupan UKW Angkatan ke-24 ini berlangsung khidmat di Auditorium Fikom Unitomo.

Hadir diantaranya pengurus Lembaga Uji (LK) UKW Unitomo, Dr Dra Zulaikha MSi, serta Kanthi Wiyoto.

Selain itu, turut diikuti penguji yang terdiri dari Syaiful Anam, Jay Wijayanto, Dhoan Widhiandono, Hairul Anam, serta penguji magang Hari Cahyo Santoso dan Yuristiarso Hidayat.

Koordinator penguji UKW Unitomo, Syaiful Anam, menyoroti capaian istimewa dalam angkatan ke-24 ini.

Menurutnya, hasil kelulusan seratus persen ini merupakan momen langka selama sejarah pelaksanaan UKW di kampus tersebut.

“Dari 24 Angkatan atau sekitar 400 wartawan yang telah ikut UKW di Unitomo, biasanya selalu ada yang belum kompeten,” ujarnya.

Penguji jenjang Madya dan Utama, Syaiful Anam.

Cak Anam, sapaan akrab Sekretaris PWI Jawa Timur ini, mengingatkan agar para peserta tidak menyikapi predikat kompeten dengan rasa bangga berlebihan atau kesombongan.

Sebaliknya, sertifikasi ini harus dimaknai sebagai amanah untuk menjunjung tinggi integritas.

“Justru dengan dinyatakan kompeten dan punya kartu UKW dituntut menjadi suri tauladan perilaku sesuai Kode Etik Jurnalistik (KEJ) dalam menjalankan tugas kewartawanan,” tegasnya.

Ia menambahkan, profesionalisme seorang jurnalis tidak hanya dinilai dari kualitas karya tulisnya, tetapi juga etika dan adab di lapangan.

“Karena itu, jika mau berbuat nakal kembalikan saja kartu UKW-nya,” imbuh dia.

Keberhasilan meraih predikat kompeten disambut antusias oleh para peserta lintas jenjang. Mereka memaknai kelulusan ini sebagai titik awal untuk meningkatkan standar kualitas pemberitaan di lapangan.

Baca Juga  KSOP Kalianget Dampingi Kunjungan Edukatif BINAR Junior High School di Pelabuhan Kalianget
Peserta UKW jenjang Madya dan Utama berswafoto dengan penguji.

​Arik Kurniawan, peserta jenjang Utama, mengungkapkan bahwa status kompeten merupakan tantangan untuk lebih mendalam dalam mengawal isu publik.

“Sertifikasi UKW ini merupakan pengingat bagi kita semua untuk terus mengasah ketajaman investigasi dengan tetap berpegang teguh pada prinsip keberimbangan berita,” tutur wartawan asal Bondowoso ini.

​Di jenjang Madya, Wahyu Muhajir Ramadhan merasakan pengalaman yang mendalam selama mengikuti proses uji.

“Jujur saja, selama dua hari mengikuti ujian saya merasa gugup. Di sisi lain, saya bersyukur bisa mengikuti sertifikasi ini, karena UKW membuka mata saya betapa krusialnya manajemen isu dan akurasi data,” kata Abah Tindik, sapaan akrabnya.

“Dengan mengikuti sertifikasi ini, saya merasa lebih siap untuk mengelola tanggung jawab redaksional yang lebih besar dengan standar etika yang lebih ketat,” sambung dia.

​Sementara itu, bagi Warsito, peserta jenjang Muda dari Jawa Tengah, pengalaman ini memberikan bekal fundamental bagi kariernya.

“Bagi kami di level Muda, ini adalah fondasi penting. Proses ini mengajarkan saya bahwa menjadi wartawan bukan sekadar mengejar kecepatan, tetapi tentang bagaimana menyajikan informasi yang benar, akurat, dan beretika kepada masyarakat,” tandasnya.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *