Jateng

Transformasi Gunung Kemukus: Narasi Baru melalui Semangat Kemukus Never Sleep

×

Transformasi Gunung Kemukus: Narasi Baru melalui Semangat Kemukus Never Sleep

Sebarkan artikel ini
Rangkaian acara yang berlangsung sejak Senin malam, 15 Juni 2026 ini menjadi momentum strategis bagi Pemkab Sragen untuk memperkenalkan narasi baru bagi Gunung Kemukus.
Example 468x60

Sragen, Jatimmandiri.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen terus memantapkan langkah dalam mengubah wajah kawasan wisata Gunung Kemukus.

Melalui gelaran rangkaian acara dalam tajuk Kemukus Never Sleep, kawasan yang kental dengan nilai sejarah dan religi ini kini bertransformasi menjadi destinasi yang lebih edukatif, nyaman, dan berdaya guna bagi ekonomi masyarakat setempat.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Rangkaian acara yang berlangsung sejak Senin malam, 15 Juni 2026 ini menjadi momentum strategis bagi Pemkab Sragen untuk memperkenalkan narasi baru bagi Gunung Kemukus.

Agenda kegiatan pun tersusun padat, mulai dari pengajian dan tirakatan 1 Muharram, doa bersama, Sendratari Samudro Nggayuh Kamulyan, tradisi Larap Slambu, Bancakan Ageng Kemukus, hingga ditutup dengan pagelaran wayang kulit.

Salah satu pilar utama dalam pembangunan citra baru ini adalah keberadaan galeri sejarah. Bupati Sigit menuturkan bahwa fasilitas tersebut hadir untuk memberikan edukasi yang akurat bagi masyarakat maupun wisatawan.

“Galeri ini akan terus dilengkapi dengan informasi positif sehingga pengunjung mendapatkan gambaran sejarah yang benar,” jelasnya, Selasa, 16 Juni 2026.

Sebelum puncak acara Bancakan Ageng digelar, rangkaian Suran diawali dengan tradisi Larap Slambu. Yakni, prosesi pencucian selambu makam Pangeran Samudro.

Prosesi diawali dengan pelepasan kelambu oleh juru kunci untuk kemudian dibawa menuju Palataran Pasucen Tirto Kencono untuk disucikan.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Sragen, Yusep Wahyudi, menegaskan bahwa tradisi ini kini dimaknai melampaui ritual fisik, melainkan sebagai sarana refleksi.

“Maknanya bukan mensakralkan sesuatu, tetapi menjadi pengingat agar manusia terus memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada Tuhan,” terang Yusep.

Menurut Yusep, pengusungan tema Kemukus Never Sleep merupakan langkah krusial untuk membangun citra Gunung Kemukus sebagai destinasi wisata budaya dan religi yang progresif.

Baca Juga  PLN UP3 Grobogan Wujudkan Nilai-nilai Pancasila melalui Pekerjaan PDKB Tanpa Padam

Ia menyadari bahwa transformasi sebuah kawasan membutuhkan konsistensi dan langkah konkret yang berakar pada kearifan lokal.

“Kami ingin menghadirkan cara pandang baru terhadap Gunung Kemukus. Semua pihak diharapkan memiliki semangat yang sama untuk membangun kawasan ini menjadi lebih baik,” tuntasnya.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *