Sidoarjo, Jatimmandiri.id – Integritas hasil belajar menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) di SMK YPM 8 Sidoarjo, Senin (26/10/2026). Sebanyak 550 siswa tingkat akhir mengikuti ujian berbasis komputer dengan pengawasan silang dan penempatan pengawas secara acak untuk memastikan nilai yang diperoleh benar-benar mencerminkan kemampuan akademik peserta.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur melalui Cabang Dinas Wilayah Sidoarjo dalam menjaga objektivitas penilaian sekaligus meningkatkan mutu pendidikan vokasi. Hasil TKA diharapkan menjadi gambaran kemampuan siswa sebelum melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi maupun memasuki dunia industri.
Pelaksanaan ujian dipusatkan di Laboratorium Komputer Terpadu SMK YPM 8 Sidoarjo. Untuk mengantisipasi kepadatan jaringan server, peserta dibagi dalam dua sesi, yakni pukul 07.30–10.00 WIB dan 10.30–13.00 WIB.
Ujian menggunakan sistem Computer Based Test (CBT) dengan pengacakan soal pada setiap perangkat peserta. Selain pengawasan langsung, pengamanan teknis dilakukan melalui penguncian peramban internet agar siswa tidak dapat mengakses aplikasi lain selama ujian berlangsung.
Dinas Pendidikan juga menugaskan pengawas silang dari sekolah berbeda. Penempatan petugas dilakukan secara mendadak melalui sistem komputerisasi guna meminimalkan potensi benturan kepentingan selama pelaksanaan tes.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Sidoarjo-Limbangan, Dr. Kiswanto, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa pengawasan tersebut diperlukan untuk memperoleh gambaran kemampuan siswa secara objektif.
“Pengawasan acak dan silang dalam Tes Kemampuan Akademik ini disiagakan untuk menjamin integritas serta objektivitas hasil belajar siswa. Kami ingin memastikan bahwa nilai lulusan SMK di Sidoarjo benar-benar mencerminkan kompetensi asli anak-anak, sekaligus membiasakan mereka menjunjung tinggi kejujuran sebelum terjun ke dunia kerja maupun perguruan tinggi,” tegas Kiswanto, Senin (26/10/2026).
Dari sisi penyelenggara, kesiapan sarana dan prasarana menjadi faktor penting agar ujian berlangsung tanpa gangguan. Humas SMK YPM 8 Sidoarjo, Ristiwi Peni, S.Pd., mengatakan pembagian peserta dalam dua sesi berjalan kondusif dengan dukungan kelistrikan dan server laboratorium yang berfungsi optimal.
“Pelaksanaan TKA dengan pengawasan ketat dan acak dari dinas ini justru menjadi tolok ukur riil bagi kami untuk melihat sejauh mana penyerapan materi ajar oleh para siswa selama tiga tahun terakhir. Pembagian dua sesi berjalan sangat kondusif, dan seluruh infrastruktur kelistrikan serta server laboratorium kami dalam kondisi prima. Kami optimistis anak-anak mampu meraih hasil terbaik secara jujur,” tutur Ristiwi Peni saat ditemui di sela pelaksanaan sesi kedua.
Hingga ujian berakhir pada Senin siang, pelaksanaan TKA di sekolah tersebut berlangsung tertib dan lancar. Tidak ditemukan kendala kelistrikan maupun pelanggaran tata tertib peserta.
Penerapan pengawasan berlapis ini diharapkan tidak hanya menjaga kredibilitas nilai, tetapi juga memperkuat budaya kejujuran sebagai bekal siswa SMK menghadapi persaingan pendidikan dan dunia kerja.












