Surabaya, Jatimmandiri.di- Konsistensi dan ketekunan selama tiga tahun akhirnya mengantarkan Tim TAPOPS SMKN 5 Surabaya meraih prestasi tertinggi dalam ajang nasional National Innovation Project (NIPRO)–ICHEVO 2026. Tim yang terdiri atas tiga siswa tersebut berhasil menjadi juara pertama karya tulis ilmiah sekaligus memperoleh Golden Ticket untuk masuk ke Departemen Teknik Kimia Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.
Penghargaan itu diraih dalam kompetisi yang berlangsung di ITS pada Minggu (18/10/2026). Keberhasilan tersebut menjadi pencapaian istimewa bagi tim yang telah mengikuti kompetisi serupa sejak 2023.
Tiga anggota Tim TAPOPS adalah Ahmad Imam Syafi’i dari kelas XIII KA 1, Demiand Arya Hartono Putra dari kelas XII KA 1, dan Zenitha Lofty Alifya dari kelas XII TFLM 3. Dengan bimbingan guru Gris Yuhaneka, mereka mampu mengungguli peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Kompetisi NIPRO 2026 diikuti lebih dari 1.200 tim dari sejumlah wilayah, antara lain Cilacap, Bali, Kediri, dan Cepu. Dari ribuan karya yang masuk, panitia menyeleksi 10 tim terbaik untuk melaju ke babak grand final. Selanjutnya, tiga tim teratas memperoleh kesempatan mempresentasikan inovasi secara langsung di hadapan publik.
Tiga Tahun Berjuang hingga Puncak Prestasi
Bagi Ahmad Imam Syafi’i, kemenangan tahun ini merupakan hasil dari perjuangan panjang. Ia telah mengikuti NIPRO ITS pada 2023, 2024, dan 2025 sebelum akhirnya berhasil menjadi juara pertama pada 2026.
“Perasaan saya tentu sangat senang dan bangga. Apalagi setelah 3 tahun penantian sejak 2023, Alhamdulillah di tahun 2026 ini bisa menjadi Juara 1 sekaligus mendapatkan Golden Ticket ITS. Ini hal yang sangat luar biasa bagi saya,” ujar Imam.
Perjalanan tim tidak lepas dari tantangan. Ketiga siswa harus membagi waktu antara persiapan lomba, kegiatan magang, tugas sekolah, serta agenda sosialisasi dan organisasi Gindri.
Kendala teknis juga muncul selama pengembangan karya, mulai dari proses uji coba alat, gangguan fungsi instrumen, hingga keterbatasan bahan baku. Namun, kerja sama dan ketekunan membuat mereka mampu mengatasi berbagai hambatan tersebut.
Setelah meraih kemenangan, Imam berencana memanfaatkan Golden Ticket untuk melanjutkan pendidikan di Departemen Teknik Kimia Industri ITS.
“Pesan untuk diri saya sendiri, perjuangan tidak berhenti di sini. Saya ingin terus berkembang, aktif berorganisasi, berprestasi di ITS, dan memberikan dampak positif tidak hanya sewaktu sekolah, tetapi juga saat kuliah nanti,” pungkasnya












