Surabaya, Jatimmandiri.id – Jawa Timur mencatat sejarah baru di Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI) Nasional 2026. Untuk pertama kalinya, provinsi ini meraih gelar juara umum dengan koleksi 18 medali, terdiri atas enam emas, tujuh perak, dan lima perunggu.
Capaian tersebut menunjukkan kemampuan pelajar Jawa Timur mengembangkan gagasan kreatif menjadi inovasi dan peluang usaha. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi prestasi tersebut sekaligus menilai keberhasilan ini sebagai modal untuk melahirkan wirausahawan muda masa depan.
“Alhamdulillah, murid-murid kita berhasil kembali mencatatkan prestasi membanggakan lewat ajang FIKSI. Ini artinya mereka memiliki tekad kuat dan kesiapan tinggi untuk berkompetisi menjadi entrepreneur masa depan,” ujar Khofifah dalam keterangan yang diterima di Surabaya, Senin.
Dalam klasemen akhir, Jawa Timur menempati peringkat pertama. DKI Jakarta berada di posisi kedua dengan lima emas dan dua perunggu, sedangkan Daerah Istimewa Yogyakarta menempati peringkat ketiga dengan tiga emas, empat perak, dan empat perunggu.
Khofifah menyebut keberhasilan tersebut sejalan dengan upaya Pemerintah Provinsi Jawa Timur memperkuat pendidikan kewirausahaan melalui program Double Track dan pengembangan sekolah menengah kejuruan (SMK) berbasis industri.
“Kita tidak hanya mencetak lulusan yang siap kerja, tetapi juga inovator muda yang mampu menciptakan lapangan kerja baru, mandiri secara ekonomi, dan memberi dampak nyata bagi masyarakat,” katanya.
Pendampingan Intensif Perkuat Kompetensi Siswa
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai menjelaskan, prestasi tersebut ditopang tiga tahap pendampingan atau coaching clinic yang melibatkan pakar, sekolah, lintas lembaga, dan orang tua siswa.
Materi pendampingan meliputi penguatan ide, penyempurnaan laporan, serta latihan presentasi di hadapan dewan juri. Pemusatan latihan juga dilakukan untuk membangun kesiapan mental dan kepercayaan diri peserta.
Menurut Aries, FIKSI 2026 mengintegrasikan ekonomi hijau, ekonomi kreatif, dan ekonomi digital sebagai dasar pengembangan usaha yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
“Wirausahawan masa depan bukan hanya mereka yang mampu mencetak profit, tetapi juga mereka yang menghadirkan solusi konkret atas permasalahan sosial dan ekologi,” katanya.
Aries berharap keberhasilan ini mendorong pelajar Jawa Timur terus berinovasi, mengembangkan usaha, serta memperluas jangkauan pasar hingga tingkat lokal dan internasional












