Jatim

Tergerak Selamatkan Balita Sakit Jantung, Bupati Rijanto Bersama Kepala Dinas Galang Dana

×

Tergerak Selamatkan Balita Sakit Jantung, Bupati Rijanto Bersama Kepala Dinas Galang Dana

Sebarkan artikel ini
Bupati Kabupaten Blitar, Rijanto.
Example 468x60

Blitar, Jatimmandiir.id – Usianya baru menginjak tiga tahun, Enzo Yosef Pratama seharusnya lebih sering berlari, tertawa, dan bermain bersama teman-teman sebayanya. Namun takdir berkata lain. Balita asal RT 01/RW 01 Desa Resapombo, Kecamatan Doko, Kabupaten Blitar itu justru harus berjuang mempertahankan hidupnya karena mengidap kelainan jantung.

Hasil pemeriksaan dokter menyatakan, Enzo membutuhkan tindakan operasi di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita, Jakarta. Operasi itu menjadi harapan terbesar agar ia bisa kembali menjalani masa kecilnya seperti anak-anak lainnya.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Namun harapan itu nyaris pupus. Sang ayah, Fendi Setyawan, tidak memiliki kepesertaan BPJS Kesehatan. Kondisi ekonomi keluarga yang serba terbatas membuat biaya operasi yang mencapai puluhan juta rupiah menjadi sesuatu yang mustahil untuk dipenuhi sendiri.

Di tengah kebuntuan itu, secercah harapan datang.

Yayasan Jantung Indonesia Cabang Malang bergerak cepat mendampingi Enzo. Berbagai upaya dilakukan agar balita tersebut bisa segera mendapat penanganan dari dokter spesialis jantung. Menyadari besarnya biaya yang harus ditanggung keluarga, pihak yayasan kemudian mengirimkan surat kepada Bupati Blitar, Rijanto.

Surat itu rupanya menyentuh hati orang nomor satu di Kabupaten Blitar tersebut.

Begitu mengetahui ada seorang balita warganya yang sedang berpacu dengan waktu demi menyelamatkan nyawa, Rijanto tak tinggal diam. Ia bersama sejumlah kepala dinas memilih bergotong royong secara pribadi mengumpulkan dana untuk membantu biaya operasi Enzo.

“Alhamdulillah, semalam bapak bersama beberapa kepala dinas lainnya patungan. Diperkirakan untuk operasi awal sudah bisa tercukupi,” ujar Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Blitar, Agung Wicaksono.

Sebelum diberangkatkan ke Jakarta, Enzo telah menjalani perawatan medis selama lima hari berkat pendampingan Yayasan Jantung Indonesia Cabang Malang. Kini, balita mungil itu telah berada di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita sambil menunggu jadwal tindakan operasi.

Baca Juga  Pengeroyokan Kasus Warga PSHT Yang Direncanakan, 14 Pelaku Ditahan

Bagi keluarga Enzo, uluran tangan itu bukan sekadar bantuan biaya. Di tengah keterbatasan yang mereka hadapi, kehadiran banyak pihak menjadi harapan baru agar buah hati mereka tetap memiliki kesempatan untuk tumbuh, belajar, dan menggapai masa depan.

Ketua Yayasan Jantung Indonesia Cabang Malang menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan medis, Enzo harus segera menjalani tindakan pemasangan alat pacu jantung. Biaya yang dibutuhkan mencapai puluhan juta rupiah, jauh di luar kemampuan keluarganya.

Karena itulah pemerintah daerah memilih hadir. Bukan sekadar menjalankan kewajiban sebagai pemerintah, tetapi menunjukkan bahwa di balik jabatan dan birokrasi, masih ada kepedulian ketika seorang anak kecil sedang berjuang mempertahankan hidupnya.

Di balik hiruk-pikuk urusan pemerintahan, kisah Enzo mengingatkan bahwa terkadang secarik surat dan kepedulian banyak orang mampu menghadirkan harapan. Sebab bagi seorang balita yang sedang berjuang melawan penyakit jantung, uluran tangan sekecil apa pun bisa menjadi alasan untuk terus bertahan hidup

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *