Mojokerto, Jatimmandiri.id – Langkah taktis diambil Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Mojokerto dalam mencegah potensi penyebaran penyakit menular di lingkungan hunian.
Menindaklanjuti hasil skrining dan tracing Tuberkulosis (TBC) berbasis mobil X-Ray, pihak Lapas mulai mendistribusikan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) bagi warga binaan yang memenuhi kriteria medis.
Penanganan dini ini diberikan secara selektif berdasarkan hasil pemeriksaan dan rekomendasi tim medis, salah satunya kepada warga binaan berinisial KN.
Selama masa terapi, perkembangan kesehatan warga binaan dipantau secara ketat dan berkala oleh Tim Kesehatan Klinik Lapas Mojokerto.
Petugas Klinik Lapas Mojokerto, Agus Udin, menegaskan bahwa langkah ini merupakan strategi krusial untuk memutus rantai penularan di area pemasyarakatan.
“Kami terus melakukan tindak lanjut dari hasil skrining dan tracing. Pemberian terapi pencegahan ini menjadi salah satu upaya untuk memutus mata rantai penularan TBC di lingkungan Lapas,” ujarnya, Kamis (3/9/2026).
Komitmen berkelanjutan ini menjadi bukti nyata Lapas Mojokerto dalam memprioritaskan hak kesehatan warga binaan.
Melalui pendeteksian dini hingga penanganan tepat sasaran, Lapas Mojokerto optimistis dapat menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan aman dari ancaman penularan TBC.












