Malang, Jatim Mandiri
Dinas Perhubungan (Dishub) Jatim mematangkan persiapan operasional Trans Jatim Koridor 2 Malang Raya yang dijadwalkan diluncurkan 30 Oktober 2026 mendatang. Sebanyak 15 bus disiapkan melayani rute Kota Malang hingga Kepanjen, dengan melibatkan angkutan lokal untuk memperkuat konektivitas dan membuka peluang kerja bagi sopir angkot.
Kepala Dishub Jatim Nyono mengatakan, persiapan operasional hampir 100 persen. Peluncuran dijadwalkan pukul 14.00 WIB di Pendopo Kabupaten Malang, Kepanjen.
“Insyaallah mohon doanya 30 Oktober jam 14.00 WIB Ibu (Khofifah Gubernur Jawa Timur) launching (Trans Jatim Koridor 2) di Pendopo Kabupaten Malang Kepanjen. Persiapan akhir sudah oke dan tidak ada masalah,” ujar Nyono, seperti dikutip Suara Surabaya, Selasa (20/10).
Untuk menjaga keberlangsungan transportasi lokal, bus Trans Jatim tidak akan melintasi Terminal Arjosari. Kesepakatan itu melibatkan 20 paguyuban angkutan umum di Malang yang disiapkan menjadi penyedia layanan pengumpan atau feeder.
“Kami pastikan tidak melalui Terminal Arjosari. Kami ingin nanti ada feeder dari teman-teman paguyuban ini yang mengantar penumpang dari halte Trans Jatim koridor 2 ini menuju ke Arjosari,” jelasnya.
Nyono menjelaskan, Trans Jatim diprioritaskan melayani simpul transportasi berstatus Terminal Tipe B. Sementara itu, Terminal Arjosari merupakan Terminal Tipe A yang melayani perjalanan antarkota.
“Dari awal kami sudah sampaikan kami ingin melayani di Terminal Tipe B. Kalau Arjosari kan Terminal Tipe A, dan itu adalah origin destination-nya dari terminal-terminal lain. Kami hadir untuk bekerja sama, bukan untuk melindas,” ujarnya.
“Kita hadir untuk merangkul, bagaimana semua paguyuban di Malang bisa berharmoni, saling bekerja sama, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkap Nyono.
Ia memastikan para sopir paguyuban telah menyatakan kesanggupan menjadi feeder. Pelaksanaannya dilakukan bertahap dengan memperhatikan kesiapan armada dan kelayakan operasional.
Koridor 2 akan melayani rute Terminal Hamid Rusdi, Kota Malang, melalui Bululawang dan Gondanglegi, hingga Terminal Talangagung, Kepanjen. Sebanyak 14 bus operasional dan satu bus cadangan disiapkan.
Di sisi lain, Kepala Dishub Kabupaten Malang Eko Margianto mengatakan, pemasangan sekitar 56 rambu pemberhentian bus masih berlangsung dan ditargetkan selesai sebelum peluncuran. Pembangunan fisik halte dilakukan bertahap.
Sementara itu, Dishub Jatim juga memprioritaskan sopir angkot eksisting sebagai pengemudi Trans Jatim dengan skema gaji bulanan. Mereka juga berpeluang mengisi pekerjaan kebersihan dan pencucian bus.
“Transjatim membutuhkan driver angkot eksisting yang ada karena terdampak, sehingga kami memprioritaskan driver angkot eksisting,” ujar Kepala Seksi Sarana Angkutan Jalan Dishub Jatim Cito Eko Yuly Saputro.
“Ada penumpang maupun tidak ada penumpang, driver yang ikut Transjatm digaji tetap per bulan. Tidak perlu target penumpang, yang penting adalah fokusnya pelayanan,” sambungnya.
“Kami kan juga butuh tenaga-tenaga kebersihan untuk cuci bus. Itu kami kembalikan ke driver angkot eksisting dan masih banyak lagi,” tambah Cito. (*/ibn)












