Tak Berkategori

Syakirah Ashillah, Angkat Wastra dan UMKM

Penulis: Dicky DeaEditor: Ayn
×

Syakirah Ashillah, Angkat Wastra dan UMKM

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Sidoarjo, Jatimmandiri.id – Panggung fashion menjadi ruang bagi Syakirah Ashillah Leticia Putri untuk memperkenalkan kekayaan budaya sekaligus produk unggulan daerah. Model remaja asal Sidoarjo ini tak hanya mengukir prestasi di ajang peragaan busana, tetapi juga dipercaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo mempromosikan kerajinan kulit UMKM Tanggulangin pada pameran berskala besar tahun 2026.

Kepercayaan tersebut menambah daftar pencapaian Syakirah yang selama ini aktif membawakan kebaya, batik, dan busana bernuansa tradisional. Kiprahnya menunjukkan bahwa dunia modeling dapat menjadi sarana memperluas pengenalan wastra Nusantara sekaligus mendukung pertumbuhan industri kreatif lokal.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Sejumlah gelar berhasil diraih Syakirah dalam perjalanan kariernya. Dia menyabet gelar The Winner Puteri Kebaya Remaja Jawa Timur 2024, Best Glamor Puteri Kebaya Indonesia 2025, serta Juara 1 Lomba Fashion Show Dekranasda Sidoarjo.

Pada 2026, perannya berkembang dari peserta kompetisi menjadi ikon modeling untuk mempromosikan produk kerajinan kulit Tanggulangin. Melalui peragaan busana, produk UMKM mendapat kesempatan tampil lebih menarik di hadapan publik, sekaligus menjangkau calon konsumen yang lebih luas.

Di luar berbagai agenda fashion, Syakirah rutin mengasah teknik catwalk dan mengikuti sesi pemotretan dengan busana adat serta batik khas Jawa Timur. Dia juga aktif dalam organisasi kepemudaan. Aktivitas tersebut dijalani beriringan dengan pendidikan formal, tanpa meninggalkan kepeduliannya terhadap kegiatan sosial dan pelestarian budaya.

Pengamat fashion dan kebudayaan lokal Jawa Timur, Rachmad Hidayat, mengapresiasi kiprah Syakirah. Menurut dia, kepedulian terhadap identitas budaya dan produk lokal menjadi nilai lebih bagi generasi muda yang menekuni dunia modeling.

“Syakirah Ashillah adalah sosok role model ideal bagi generasi Z. Ia tidak sekadar mengejar piala atau popularitas di panggung fashion, tetapi memiliki kepedulian nyata terhadap identitas budaya dan UMKM daerah. Kehadirannya sebagai ikon kerajinan Tanggulangin membuktikan bahwa seni peragaan busana punya dampak ekonomi yang konkret bagi masyarakat.”

Baca Juga  Selvi Gibran Buka Bazar Bhayangkari Nusantara 2026, Dorong UMKM Naik Kelas

Syakirah mengaku bangga dapat terlibat dalam promosi budaya dan produk lokal Sidoarjo. Baginya, kebaya dan karya UMKM bukan sekadar elemen penampilan, melainkan bagian dari identitas yang patut dijaga.

“Bagi saya, mengenakan kebaya dan membawakan produk lokal bukan sekadar tentang penampilan menarik di atas panggung, melainkan bentuk kebanggaan atas identitas daerah kita. Saya ingin terus belajar dan mengajak teman-teman muda lainnya untuk mencintai warisan budaya serta mendukung karya-karya UMKM lokal,” tutur Syakirah penuh semangat.

Melalui kiprahnya, Syakirah berharap semakin banyak anak muda yang terlibat dalam pelestarian budaya dan mendukung produk lokal agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *