Nganjuk, Jatimmandiri.id — Di balik ketenangan kawasan permukiman penduduk Kelurahan Jetis, Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk, tersimpan aktivitas ekonomi yang cukup masif namun jarang diketahui orang luar.
Siapa sangka, wilayah ini menjadi pusat operasional pabrik rumahan pengolahan sarang burung walet berskala besar.
Usaha ini menuntut standar ketelitian yang tinggi.
Proses produksinya tidak bisa dilakukan sembarangan, mulai dari pencucian, pembersihan kotoran, hingga pemilahan bulu-bulu halus yang menempel pada sarang walet agar kualitas komoditas ekspor ini tetap terjaga dengan baik di tangan konsumen.
Di sisi lain, kehadiran industri rumah tangga ini membawa dampak positif bagi roda perekonomian warga setempat.
Lapangan pekerjaan terbuka luas, khususnya bagi para ibu rumah tangga dan warga sekitar yang ingin menambah penghasilan melalui sistem upah borongan atau hitungan jumlah sarang yang berhasil dibersihkan.
Kendati demikian, pekerjaan ini bukanlah hal yang mudah.
Diperlukan kesabaran, ketelatenan, serta konsentrasi tingkat tinggi mengingat ukuran bulu yang harus dibersihkan sangat halus dengan tingkat detail yang rumit.
Meski menjadi salah satu potret geliat ekonomi kerakyatan di Nganjuk yang beroperasi setiap hari, aktivitas pengolahan ini turut menyisakan catatan tersendiri bagi lingkungan sekitar.
Hingga saat ini, aktivitas pabrik rumahan tersebut masih beroperasi setiap hari.
Warga berharap pihak terkait dapat melakukan pengecekan terkait kelengkapan izin dan dampak lingkungan dari kegiatan pengolahan sarang walet tersebut.
“Banyak orang luar belum tahu, di sini ada tempat pengolahan sarang walet yang cukup besar. Mulai dari tahap pencucian, pembersihan kotoran, sampai pemrosesan akhir sebelum dikirim ke pembeli. Namun perlu dicek bagaimana terkait perizinan dan limbahnya,” ujar Effendi, salah satu warga setempat, Rabu (14/10/2026).












