Mojokerto, Jatimmandiri.id – Kecelakaan tunggal terjadi di Jalan Raya Bangsal-Mojosari, Desa Mojotamping, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto, Selasa (25/8/2026) dini hari.
Sebuah truk bermuatan sendok makan plastik berplat nomor B 9819 WRU hilang kendali hingga menabrak atap warung dan pohon.
Alhasil menyebabkan bagian kabin ringsek parah serta membuat sang kernet terjepit.
Insiden yang diperkirakan terjadi sekitar pukul 01.00 WIB ini bermula saat kendaraan melaju dari arah Mojosari menuju Bangsal.
Truk yang dikemudikan oleh Rico Hermansyah, warga Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, tersebut mendadak oleng ke sisi kanan jalan akibat sang pengemudi diduga mengantuk.
Guntur, salah satu pemilik warung yang bangunan bagian depannya ikut terserempet, menceritakan detik-detik terjadinya benturan.
Menurutnya, truk melaju tak terkendali ke jalur berlawanan sebelum akhirnya menghentikan lajunya setelah menghantam pohon di samping warungnya.
“Mungkin sopirnya mengantuk, langsung oleng ke kanan nabrak atap warung saya,” ungkapnya.
Guntur menambahkan, dampak benturan menyebabkan bagian kabin truk mengalami kerusakan cukup berat pada sisi kernet.
“Langsung berhenti menabrak di pohon sopirnya kondisinya nggak apa-apa kernetnya yang terjepit kakinya,” ujarnya.
Akibat insiden ini, kernet truk bernama Bimo mengalami cedera pada bagian kaki setelah terjebak di dalam kabin yang ringsek.
Posisi kakinya terhimpit di antara bagian belakang bak dan kabin truk, sehingga memerlukan proses penyelamatan ekstra.
Anggota TRC BPBD Mojokerto, Canda Hertadi, yang terjun langsung dalam proses evakuasi mengakui bahwa petugas menemui kendala di lapangan karena kondisi korban yang terjepit sangat kuat.
“Kesulitannya tadi kaki kirinya bagian bahu terjepit antara bak belakang dan kabin, lalu ada luka di bagian paha atas,” katanya.
Proses evakuasi dramatis ini melibatkan tim gabungan dari BPBD Kabupaten Mojokerto, PMI, serta relawan yang didukung oleh armada mobil rescue.
Petugas terpaksa mengoperasikan sejumlah peralatan pemotong dan peregang hidraulis guna membuka celah di antara struktur kabin yang remuk.
“Menggunakan spider dan cutter untuk celah supaya membuka ruang,” jelas Canda.
Setelah berjibaku ketat selama kurun waktu satu setengah jam, tim evakuasi akhirnya berhasil mengeluarkan Bimo dari jepitan material kendaraan.
Korban langsung dilarikan ke fasilitas medis terdekat untuk mendapatkan penanganan darurat atas luka-luka yang dialaminya.
“Hingga sekitar pukul 02.20 WIB evakuasi kernet truk yang terjepit. Evakuasi cukup lama, sekitar satu jam setengah,” pungkasnya.












