Jatim

Sokong Swasembada Pangan, Gubernur Khofifah Gandeng Menko Pangan Resmikan GSPI ASRI 2026 di Gresik

×

Sokong Swasembada Pangan, Gubernur Khofifah Gandeng Menko Pangan Resmikan GSPI ASRI 2026 di Gresik

Sebarkan artikel ini
gubernur khofifah
Example 468x60

Intisari Berita:

  • Gubernur Khofifah Indar Parawansa menegaskan kesiapan Pemprov Jatim dalam mendukung penuh transformasi pelabuhan menuju ekosistem smart, green, dan kompetitif.

  • Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan menyatakan bahwa sistem logistik pelabuhan yang andal menjadi kunci krusial terwujudnya swasembada pangan nasional.

  • Sebanyak delapan perusahaan dan terminal pelabuhan terkemuka, termasuk PT Petrokimia Gresik, resmi dianugerahi Penghargaan Green and Smart Port 2025 dalam ajang GSPI ASRI 2026.

Gresik, Jatimmandiri.id — Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) menyatakan kesiapan penuh dalam mendukung percepatan transformasi pelabuhan domestik menuju ekosistem yang cerdas, efisien, serta memiliki daya saing tinggi (smart, green, and competitive). Komitmen strategis tersebut ditegaskan langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, dalam ajang Green, Smart Port Initiative (GSPI) ASRI 2026 yang digelar di Dermaga C PT Petrokimia Gresik, Kabupaten Gresik, pada Rabu (15/7/2026).

Gelaran bertaraf nasional ini turut dihadiri oleh jajaran menteri kabinet, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan, Menteri Lingkungan Hidup RI, Menteri Perdagangan RI, Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Menteri Perhubungan RI, serta Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal RI. Hadir pula Wakil Menko Pangan RI, Direktur Utama PT Petrokimia Gresik, dan Bupati Gresik.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Menurut Gubernur Khofifah, implementasi konsep green and smart port memiliki peran yang sangat vital dalam memperlancar jalur distribusi serta memperkuat ketahanan rantai pasok (supply chain) logistik. Khususnya untuk menjaga kestabilan pasokan komoditas di wilayah Indonesia Timur maupun dalam skala nasional.

“Begitu juga swasembada pangan yang menjadi cita-cita bangsa ini akan terwujud bila didukung infrastruktur salah satunya pelabuhan yang smart dan kompetitif,” ujar Gubernur Khofifah.

Baca Juga  Lamongan Jadi Sentra Sapi Terbesar di Jatim, Stok Hewan Kurban Dipastikan Aman

Tiga Aspek Utama Manfaat Pelabuhan Hijau dan Cerdas

Dalam pemaparannya, Gubernur Jatim merinci tiga dampak positif yang dihasilkan dari transformasi pelabuhan modern ini:

1. Aspek Lingkungan (Green Port)

Konsep pelabuhan hijau difokuskan untuk menekan emisi karbon secara masif. Hal ini dilakukan lewat optimalisasi pemakaian daya listrik, pemanfaatan energi terbarukan, penggunaan lampu LED, serta sistem cold ironing untuk kapal yang tengah bersandar guna menekan polusi udara. Selain itu, manajemen pengelolaan sampah dimaksimalkan lewat sistem daur ulang menjadi kompos demi menjaga ekosistem pesisir.

2. Aspek Teknologi & Operasional (Smart Port)

Digitalisasi pelayanan diwujudkan melalui otomatisasi proses bongkar muat barang serta pelacakan (tracking) kontainer secara real time. Transparansi layanan dipercepat menggunakan sistem perizinan daring (online), transaksi pembayaran nontunai (cashless), serta integrasi single window system guna memangkas durasi waktu dan biaya operasional.

3. Aspek Ekonomi & Daya Saing

Percepatan waktu sandar (dwelling time) kapal otomatis akan menekan biaya logistik nasional secara signifikan. Pelabuhan modern yang ramah lingkungan diyakini akan menjadi magnet bagi masuknya investor asing dan maskapai pelayaran internasional, sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi tenaga ahli lokal.

Logistik Pelabuhan sebagai Simpul Ketahanan Pangan Nasional

Senada dengan Gubernur Jatim, Menko Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan (Zulhas) menambahkan bahwa perwujudan ketahanan pangan nasional tidak boleh hanya bertumpu pada kapasitas hasil produksi di hulu. Ketersediaan dan keandalan sistem logistik di hilir memegang peranan yang sama pentingnya agar komoditas pangan dapat menjangkau seluruh pelosok negeri secara merata.

“Pelabuhan adalah simpul strategis yang menghubungkan produksi, distribusi, hingga ketersediaan pangan di seluruh Indonesia. Karena itu, transformasi pelabuhan menuju ekosistem yang hijau dan cerdas bukan lagi sebuah pilihan, melainkan sebuah keharusan,” tegas Menko Zulhas.

Baca Juga  PMII dan GMNI Nganjuk Gelar Aksi Damai, Sampaikan 8 Tuntutan ke Pemkab

Sebagai informasi, GSPI merupakan program asesmen komprehensif bagi otoritas pelabuhan yang mengacu pada Green and Smart Port Guidelines 3.0/2023. Pada edisi kali ini, GSPI 2026 mengintegrasikan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang diinisiasi langsung oleh Presiden RI sebagai bagian dari indikator penilaian berbasis self-assessment.

Penerima Penghargaan Green and Smart Port 2025

Sebagai bentuk apresiasi terhadap komitmen keberlanjutan lingkungan dan digitalisasi, dalam rangkaian acara tersebut dilakukan penyerahan Penghargaan Green and Smart Port 2025 kepada delapan entitas pelabuhan dan industri, yaitu:

  1. PT Petrokimia Gresik

  2. PT Pupuk Kalimantan Timur

  3. PT Krakatau Bandar Samudera

  4. PT Vale Indonesia

  5. PT Pelindo Petikemas – TPK Banjarmasin

  6. PT Indonesia Kendaraan Terminal

  7. PT Pelindo Multi Terminal – Branch Tanjung Intan

  8. Terminal Petikemas Bitung

Usai seremoni penyerahan penghargaan, Menko Zulhas bersama Gubernur Khofifah dan jajaran kementerian melakukan peninjauan langsung ke sejumlah fasilitas vital di Pelabuhan Petrokimia Gresik guna memantau implementasi nyata sistem keselamatan kerja, efisiensi digital, dan aspek keberlanjutan di lapangan.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *