KesehatanMetropolitanPolitik

Sidak Posga RW 3 Wiyung, Bang Jo Tekankan Pentingnya Validasi Data untuk Akses Kesehatan Warga

×

Sidak Posga RW 3 Wiyung, Bang Jo Tekankan Pentingnya Validasi Data untuk Akses Kesehatan Warga

Sebarkan artikel ini
Di hadapan para kader, Bang Jo menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi Dinas Kesehatan dalam mengawal kegiatan Posga.
Example 468x60

Surabaya, Jatimmandiri.id – Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, Johari Mustawan, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Posyandu Keluarga (Posga) RW 3 Kelurahan Wiyung pada Rabu (1/7).

Kunjungan ini bertujuan untuk memantau langsung efektivitas pelayanan kesehatan masyarakat sekaligus menyerap aspirasi warga terkait kendala yang dihadapi di lapangan.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Dalam kunjungan tersebut, politisi yang akrab disapa Bang Jo ini didampingi jajaran Dinas Kesehatan Surabaya, perwakilan Kecamatan dan Kelurahan Wiyung, serta pengurus RW/RT setempat.

Di hadapan para kader, Bang Jo menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi Dinas Kesehatan dalam mengawal kegiatan Posga.

Ia juga memberikan penghormatan khusus kepada Kader Surabaya Hebat (KSH) yang menjadi garda terdepan pelayanan di tingkat kampung.

“Saya mengapresiasi komitmen Dinas Kesehatan yang terus mengawal dan mendampingi kegiatan Posga. Pendampingan seperti ini harus terus ditingkatkan agar pelayanan kepada masyarakat semakin baik,” ujar Bang Jo dihubungi, Kamis (2/7).

Ia menambahkan, peran KSH sangat krusial bagi kesejahteraan warga. “Para KSH adalah orang-orang baik. Mereka memberikan waktu, tenaga, dan pikirannya untuk membantu masyarakat. Tugas seperti ini adalah bentuk pengabdian yang luar biasa,” lanjutnya.

Melihat kemajemukan warga di RW 3 Wiyung, Bang Jo menilai hal tersebut sebagai modal sosial yang kuat.

“Kemajemukan warga sebagaimana disampaikan oleh Ketua RW 3 merupakan anugerah dari Allah SWT. Perbedaan itu justru harus menjadi kekuatan untuk merumuskan dan membangun kampung yang lebih baik,” tuturnya.

Bang Jo menegaskan bahwa kesehatan adalah hak dasar yang dijamin undang-undang.

“Kesehatan adalah hak konstitusional masyarakat yang dijamin dalam Undang-Undang maupun Undang-Undang Dasar 1945. Karena itu, negara harus memastikan seluruh warga dapat mengakses pelayanan kesehatan tanpa hambatan,” tegasnya.

Namun, temuan di lapangan menunjukkan adanya kendala administratif yang krusial. Banyak warga kesulitan mengakses layanan BPJS Kesehatan akibat Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang terblokir.

Baca Juga  Germas Lansia RW 12 Sawahan Tetap Eksis Jaga Kesehatan Warga

“Di lapangan kami masih menemukan warga yang BPJS-nya tidak aktif karena NIK terblokir. Akibatnya mereka kesulitan mendapatkan pelayanan kesehatan. Ini harus segera menjadi perhatian bersama,” ungkapnya.

Untuk solusi jangka panjang, Bang Jo mendorong sinkronisasi data yang lebih intensif antara Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan melalui Musyawarah Kelurahan (Muskel).

“Saya berharap Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan terus berkolaborasi melakukan pembaruan data penduduk, khususnya data warga yang terblokir, minimal setiap tiga bulan sekali melalui Muskel. Dengan begitu masyarakat dapat kembali memperoleh hak-haknya, termasuk layanan kesehatan,” harapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bang Jo juga mengingatkan bahwa pasca terbitnya Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2024, fungsi Posyandu kini bertransformasi menjadi pusat layanan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM).

“Pelayanan Posga sekarang sudah terintegrasi sepanjang siklus hidup, mulai dari ibu hamil, bayi, balita, remaja, usia produktif hingga lansia. Karena itu Posga harus menjadi pusat pelayanan masyarakat di tingkat kampung,” jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, dr Chandra dari Dinas Kesehatan Surabaya menyatakan kesiapannya untuk mendampingi kader di lapangan.

“Kalau ada kendala atau kesulitan di lapangan, silakan segera komunikasikan kepada Dinas Kesehatan. Kami siap merespons dan membantu secepat mungkin,” ujarnya.

Sedangkan Lurah Wiyung, Mardjuki, menyambut baik perhatian dari pihak DPRD.

“Maturnuwun atas rawuhipun lan dukunganipun Pak Johari Mustawan pada kegiatan Posga hari ini. Semoga Posga menjadi sarana menambah amal jariyah bagi seluruh kader yang mengabdikan diri kepada masyarakat,” ucapnya.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Posga RW 3, Firdaus Nur Fadillah, menjelaskan bahwa pihaknya rutin melakukan jemput bola untuk memastikan kesehatan warga tetap terpantau, termasuk layanan pemeriksaan gula darah

Baca Juga  SOTH Lamongan Dibuka untuk Nenek hingga Pengasuh, Perkuat Ketahanan Keluarga dan Tekan Stunting

Meski menghadapi tantangan tingkat kehadiran karena kesibukan warga, Firdaus tetap optimistis.

“Kami berusaha menghadirkan pelayanan sedekat mungkin dengan warga agar lebih mudah dijangkau. Harapannya semakin banyak masyarakat yang memanfaatkan layanan Posga untuk menjaga kesehatannya,” pungkas Firdaus.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *