Blitar, Jatimmandiri.id – Menghadapi ancaman fenomena El Nino serta proyeksi puncak musim kemarau yang diprediksi berlangsung hingga September 2026, Polres Blitar bergerak cepat mengantisipasi potensi bencana alam, khususnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Langkah ini ditandai dengan penguatan kesiapsiagaan seluruh jajaran personel, kelengkapan sarana dan prasarana (sarpras), hingga sinergi lintas instansi di wilayah hukum Kabupaten Blitar.
Komitmen tersebut ditegaskan langsung oleh Kapolres Blitar, AKBP Ardy Zul Hasbih Nasution, seusai menghadiri Apel Tanggap Bencana.
Dalam keterangannya, Ardy menekankan bahwa Polri bersama jajaran pemerintah daerah, TNI, serta seluruh pemangku kepentingan terus memperkuat kolaborasi strategis, baik dalam aspek pencegahan dini maupun penanggulangan bencana di lapangan.
“Sinergi seluruh pihak menjadi kunci dalam menghadapi potensi karhutla maupun bencana alam lainnya. Dengan kesiapsiagaan bersama, diharapkan masyarakat dapat terlindungi dan dampak bencana dapat diminimalkan,” ujar Ardy, Minggu (2/8/2026).
Guna meminimalisasi risiko karhutla secara efektif, Polres Blitar mengedepankan langkah-langkah antisipatif yang terukur.
Strategi ini mencakup peningkatan kesiapan operasional personel, penguatan patroli terpadu di kawasan rawan, pemanfaatan teknologi pemantauan, hingga penyediaan sarana pendukung operasi di lapangan.
Di samping kesiapan teknis aparat, Kapolres juga menyoroti pentingnya kepedulian dan partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat dalam menjaga lingkungan sekitar dari ancaman kebakaran.
“Kami juga mengimbau masyarakat agar proaktif dalam mencegah terjadinya Karhutla, dengan tidak membakar sampah sembarangan dan segera melaporkan kepada petugas atau dapat menghubungi layanan kepolisian 24 jam melalui Call Center 110 bebas pulsa,” pungkas Ardy.












