Jatim

Senator Ning Lia Sebut Anak Sebagai Human Capital Utama

×

Senator Ning Lia Sebut Anak Sebagai Human Capital Utama

Sebarkan artikel ini
Ning lia
Anggota DPD RI Lia Istifhama (Ning Lia)(tengah)
Example 468x60

Intisari Berita:

  • Anggota DPD RI Lia Istifhama (Ning Lia) menekankan pentingnya pengasuhan keluarga dan modal sosial untuk membentuk karakter anak.

  • Soroti anak sebagai human capital sekaligus amanah psikologis-spiritual yang membutuhkan lingkungan sehat dan ramah anak.

  • Ajak masyarakat menjadi “orang tua bagi lingkungan sekitar” demi menciptakan ekosistem yang aman bagi generasi penerus.

Surabaya, Jatimmandiri.id — Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 dijadikan momentum refleksi mendalam oleh legislator Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR/DPD RI) asal Jawa Timur, Lia Istifhama. Perempuan yang akrab disapa Ning Lia ini mengajak para orang tua serta masyarakat luas untuk memperkuat peran keluarga dan lingkungan sosial dalam membentuk karakter generasi muda.

Menurut Ning Lia, masa depan anak tidak semata-mata ditentukan oleh capaian di bangku sekolah atau pendidikan formal, melainkan sangat bergantung pada kualitas pola asuh (parenting) serta ekosistem lingkungan tempat mereka bertumbuh.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

“Anak bukan hanya investasi masa depan, tetapi juga amanah yang harus dijaga. Keberhasilan mendidik anak menjadi cerminan kualitas orang tua dalam menjalankan tanggung jawabnya,” ujar Lia Istifhama, Kamis (23/7/2026).

Anak Sebagai Human Capital dan Nilai Psikologis-Spiritual

Dalam kacamata teori sosial, Ning Lia menjelaskan bahwa anak menduduki posisi sebagai human capital (modal manusia) strategis yang harus dipersiapkan sejak dini agar berdaya saing.

Namun di sisi lain, anak juga memegang nilai psikologis-spiritual sebagai sumber kebahagiaan sejati dan tumpuan harapan keluarga.

Ia menuturkan, ajaran Islam sendiri telah merinci hak-hak serta pedoman pengasuhan anak oleh orang tua:

  1. Pemberian Identitas Baik: Memberikan nama yang mengandung doa serta harapan mulia.

  2. Bekal Ilmu & Karakter: Membekali dengan ilmu pengetahuan, akhlak, dan ilmu keagamaan.

  3. Penyempurnaan Pengasuhan: Mengantarkan anak secara mandiri hingga siap memasuki jenjang pernikahan.

Baca Juga  Lamongan Gelar Jalan Santai Bersama Hewan Kesayangan

“Setiap persoalan yang menimpa anak semestinya menjadi bahan introspeksi bagi orang tua. Sebab, pendidikan dalam keluarga dan lingkungan sosial memiliki pengaruh paling besar terhadap pembentukan karakter anak,” tambahnya.

Dorong Modal Sosial: “Jadi Orang Tua Bagi Anak-Anak Sekitar”

Lebih lanjut, Senator asal Jawa Timur ini menyoroti krusialnya peran social capital (modal sosial). Anak dinilainya bakal sulit bertumbuh secara aman dan nyaman apabila orang tua bersifat apatis dan gagal membina hubungan harmonis dengan masyarakat sekitar.

Sebab itu, Ning Lia menyerukan gerakan kepedulian kolektif, di mana seluruh lapisan masyarakat merasa memiliki kewajiban moral untuk menjaga seluruh anak di lingkungannya.

“Kita harus menjadi orang tua bagi anak-anak di sekitar kita. Menjaga kebahagiaan, keamanan, dan masa depan mereka adalah tanggung jawab bersama. Ketika seluruh anak tumbuh di lingkungan yang sehat, damai, dan penuh keceriaan, maka anak-anak kita sendiri juga akan menikmati lingkungan yang aman,” tegasnya.

Ia berharap peringatan HAN 2026 tidak berhenti sebagai seremoni tahunan belaka, melainkan menjadi pemantik aksi nyata dalam menghadirkan lingkungan yang ramah anak demi menyongsong masa depan Indonesia yang unggul.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *