EkbisJatim

Semarak Boejel Jadoel, Warga Hidupkan Suasana Tempo Dulu Lewat UMKM dan Campursari

×

Semarak Boejel Jadoel, Warga Hidupkan Suasana Tempo Dulu Lewat UMKM dan Campursari

Sebarkan artikel ini
Mengusung konsep tempo dulu, kegiatan tersebut menghadirkan beragam produk UMKM, kuliner tradisional, serta pertunjukan campursari.
Example 468x60

Kediri, Jatimmandiri.id – Semarak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa di Kelurahan Bujel, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri.

Warga menggelar Pasar UMKM bertema Boejel Jadoel, Sabtu (22/8/2026).

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Mengusung konsep tempo dulu, kegiatan tersebut menghadirkan beragam produk UMKM, kuliner tradisional, serta pertunjukan campursari.

Suasana masa lalu semakin terasa melalui penataan stan yang dibuat dengan nuansa klasik.

Lurah Bujel I Wayan Yudiana mengatakan, tema Boejel Jadoel sengaja diangkat untuk mengingatkan masyarakat, khususnya generasi muda, agar tidak melupakan akar budaya dan sejarah perjuangan para pendahulu.

“Sekarang ada karena ada yang dahulu. Kami ingin mengingatkan kembali akar budaya kita. Campursari juga merupakan perpaduan musik tradisional dan modern, namun tetap mempertahankan budaya Jawa,” ujarnya.

Berbagai makanan tradisional turut ditampilkan dalam stan UMKM warga. Selain menggerakkan perekonomian masyarakat, sajian tersebut menjadi bagian dari upaya mengenalkan kembali kekayaan kuliner tradisional kepada generasi muda.

Suasana semakin meriah ketika Camat Mojoroto Abdul Rahman dalam sambutannya mengajak warga berinteraksi melalui sejumlah pertanyaan.

“Siapa yang saat ini masih belum merdeka?” tanya Abdul Rahman.

Pertanyaan tersebut langsung mengundang rasa penasaran warga. Dengan nada bercanda, Abdul kemudian mengungkapkan jawabannya.

“Ternyata jawabannya adalah ayah.”

Pernyataan tersebut sontak mengundang gelak tawa warga. Abdul kemudian menggambarkan secara jenaka bahwa seorang ayah terkadang masih takut kepada istrinya.

Saat hendak pergi ke warung atau ke tempat lain, misalnya, ketika sang istri memanggil, sang suami biasanya langsung menurut.

Kondisi itu ia ibaratkan seperti kucing yang hendak mencuri ikan asin, tetapi takut ketahuan.

Abdul juga memberikan bonus kepada dua warga yang dinilai hampir berhasil menjawab pertanyaannya. Suasana penuh keakraban pun semakin terasa dalam kegiatan tersebut.

Baca Juga  Bantul Salurkan Bantuan Modal Usaha untuk 345 Warga Kurang Mampu

Puncak pembukaan ditandai dengan pemukulan gong oleh Camat Mojoroto, sebagai tanda resmi dimulainya Pasar UMKM Boejel Jadoel.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan pada Minggu (23/8/2026) dengan jalan santai dan senam bersama.

Kegiatan tersebut diharapkan menjadi momentum memperingati kemerdekaan sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dan gotong royong warga.

Antusiasme masyarakat mendapat apresiasi dari warga setempat. Bambang Sutamaji, warga RT 5/RW 1, mengatakan kegiatan berlangsung lancar dan mendapat sambutan positif dari masyarakat.

“Alhamdulillah masyarakat sangat antusias dan kegiatan berjalan lancar. Semoga terus berlanjut untuk menumbuhkan kerja sama dan gotong royong masyarakat,” katanya.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *