Blora, Jatimmandiri.id – Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mulai berdampak pada harga barang elektronik di Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Salah satu yang paling terasa adalah kenaikan harga handphone (HP) yang mencapai hingga Rp 1 juta per unit.
Kenaikan tersebut terjadi di hampir seluruh merek HP yang dijual di salah satu sentra penjualan ponsel di Blora. Para pedagang menyebutkan, rata-rata harga mengalami lonjakan antara Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta.
Saat ini, harga HP paling terjangkau dibanderol mulai Rp 2 juta. Kenaikan harga ini sudah mulai dirasakan sejak awal April 2026.
Tidak hanya HP, sejumlah perangkat elektronik lain seperti laptop dan printer juga ikut mengalami penyesuaian harga, meski dalam kisaran lebih kecil, yakni sekitar Rp 100 ribu.
Salah satu pedagang HP di Blora, Bayu Aji Pratama, mengungkapkan bahwa kenaikan harga berdampak langsung pada penurunan daya beli masyarakat. Kondisi tersebut membuat penjualan cenderung melambat karena banyak konsumen memilih menunda pembelian.
“Pembeli jadi berpikir ulang karena harga naik. Penjualan juga ikut turun,” ujarnya.
Keluhan serupa disampaikan warga bernama Febrian yang mengaku keberatan dengan kenaikan harga HP dalam beberapa bulan terakhir.
Para pedagang memperkirakan harga handphone masih berpotensi mengalami kenaikan apabila nilai tukar rupiah terus melemah terhadap dolar Amerika Serikat.












