Jatim

Pemkot Probolinggo Maksimalkan Ekspor Halal

Penulis: AyundaEditor: Ayn
×

Pemkot Probolinggo Maksimalkan Ekspor Halal

Sebarkan artikel ini
Wali kota Probolinggo Aminuddin menerima penghargaan Juara I Kategori Nilai Ekspor Halal dalam Syariah Award Jawa Timur 2026 yang diberikan langsung oleh Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak, Minggu (27/9/2026).
Example 468x60

Probolinggo, Jatimmandiri.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo mengembangkan ekosistem ekspor produk halal dan menyabet prestasi Juara I Kategori Nilai Ekspor Halal dalam Syariah Award Jawa Timur 2026.

“Penghargaan tersebut menjadi motivasi untuk memperkuat fondasi ekonomi daerah sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal,” kata Wali Kota Probolinggo Aminuddin dalam keterangannya di kota setempat, Selasa (29/9).

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Menurut dia, capaian tersebut harus menjadi energi baru bagi pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan untuk terus mendampingi pelaku usaha.

Hal itu menjadi pengakuan atas berkembangnya ekosistem ekspor produk halal di Kota Probolinggo yang dinilai telah berjalan secara nyata. Tidak hanya dari sisi besarnya nilai ekspor, tetapi juga ditunjukkan melalui keberagaman komoditas, kelengkapan data, serta tren pertumbuhan ekspor yang terus berkembang.

“Sejumlah produk unggulan Kota Probolinggo telah menembus pasar ekspor, antara lain produk makanan olahan dan fillet ikan, frozen fish, garmen, plywood, finished leather, bordir, hingga barecore,” tuturnya seperti dikutip dari Antara.

Khusus sektor makanan dan minuman, lanjut dia, produk olahan berbasis perikanan menjadi salah satu komoditas yang memiliki kontribusi dalam aktivitas ekspor halal Kota Probolinggo.

Keberhasilan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa pengembangan ekonomi syariah tidak berhenti pada sektor keuangan, tetapi telah bergerak ke sektor riil melalui penguatan industri halal, pemberdayaan pelaku usaha, peningkatan kualitas produk, hingga perluasan akses pasar.

“Penghargaan itu bukan sekadar sebuah prestasi, tetapi menjadi bukti bahwa produk-produk Kota Probolinggo memiliki daya saing dan mampu menembus pasar global,” katanya.

Aminuddin mengatakan tugas Pemkot Probolinggo ke depan adalah memperkuat ekosistemnya, mendampingi pelaku usaha, memperluas pasar, serta memastikan semakin banyak produk lokal yang naik kelas dan membawa nama Kota Probolinggo ke tingkat dunia.

Baca Juga  Polres Probolinggo Kota Bagikan 70 Paket Sembako untuk Warga Sambut Hari Bhayangkara ke-80

“Kami juga melihat sektor halal sebagai salah satu ruang besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Dengan potensi industri pengolahan, perikanan, makanan dan minuman, kerajinan, hingga berbagai produk manufaktur yang dimiliki Kota Probolinggo, penguatan standar halal dan kualitas produk dinilai menjadi bagian penting dalam meningkatkan kepercayaan pasar,” ujarnya.

Capaian tahun ini juga melanjutkan catatan positif Kota Probolinggo dalam Syariah Award Jawa Timur. Pada tahun sebelumnya, Kota Probolinggo berhasil meraih Juara I kategori Pendidikan dan Pemberdayaan Ekonomi Pesantren, melalui keterlibatan dalam program One Pesantren One Product (OPOP).

Dua capaian tersebut menunjukkan bahwa pengembangan ekonomi syariah di Kota Probolinggo bergerak pada berbagai sektor, mulai dari pemberdayaan ekonomi pesantren hingga penguatan ekspor produk halal.

Berdasarkan data Pemkot Probolinggo tercatat nilai ekspor pada tahun 2025 mencapai Rp3,49 triliun, sedangkan pada Januari hingga Juli 2026 tercatat sebesar 140,81 miliar dolar AS.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Kediri, Jatim Mandiri Bea Cukai Kediri bersama Satpol PP Jombang menemukan modus penjualan rokok ilegal menggunakan sepeda motor yang dimodifikasi…