Tulungagung, Jatimmandiri.id – Menjaga eksistensi usaha di tengah ketatnya persaingan ekonomi bukan perkara mudah bagi para pelaku UMKM.
Tantangan ini pula yang sempat dirasakan oleh Triningsih saat mengarungi dinamika bisnis toko sembako miliknya di RT 5/RW 2 Dusun Mekarsari, Desa Tunggulsari, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung.
Toko tersebut tidak sekadar menjadi mata pencaharian utama bagi Triningsih, tetapi juga menjadi tumpuan warga sekitar dalam memenuhi kebutuhan pokok harian.
Meski roda usahanya terus berputar, ia tak menampik bahwa pertumbuhan bisnisnya sempat berjalan stagnan dan lambat.
Titik balik perjalanan bisnisnya mulai terbuka pada tahun 2023.
Mendorong usahanya agar mampu naik kelas, Triningsih mengambil langkah strategis dengan memanfaatkan akses pembiayaan melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari PT Bank Rakyat Indonesia (BRI).
Suntikan modal segar tersebut terbukti menjadi energi baru. Tak hanya menerima kucuran dana permodalan, Triningsih juga mendapatkan pendampingan bisnis secara berkelanjutan dari pihak BRI.
Kombinasi akses permodalan dan edukasi ini sukses mendongkrak rasa percaya diri Triningsih dalam mengelola manajemen usahanya secara lebih profesional.
“Dulu usaha saya tetap berjalan, tetapi perkembangannya masih cukup lambat. Setelah mendapatkan KUR dan pendampingan dari BRI, saya merasakan usaha mulai berkembang lebih pesat. Bagi saya, BRI bukan hanya membantu dari sisi modal, tetapi juga mendampingi sehingga saya lebih semangat dan yakin untuk terus mengembangkan usaha,” ujar Triningsih, Minggu (30/8/2026).
Kini, pertumbuhan toko sembako milik Triningsih kian menunjukkan tren positif.
Keberhasilan menembus keterbatasan modal menjadi pijakan kuat baginya untuk merajut optimisme yang lebih tinggi ke depan.
“Saya bersyukur mendapatkan dukungan KUR dari BRI. Harapan saya tentu usaha ini bisa terus berkembang. Semoga BRI juga terus mendampingi pelaku usaha kecil seperti kami agar semakin banyak UMKM yang memiliki kesempatan untuk maju,” tambah Triningsih.
Keberhasilan Triningsih mendapat apresiasi dari manajemen perbankan setempat.
Pgs Branch Office Head BRI Tulungagung, Mochamad Agus Mirwan, menegaskan bahwa kisah Triningsih merupakan cerminan nyata dari pentingnya ekosistem pembiayaan yang terintegrasi dengan edukasi bagi sektor UMKM.
Menurut Agus, peran perbankan bagi pelaku usaha mikro tidak boleh berhenti pada penyaluran kredit semata, melainkan harus dibarengi dengan pendampingan yang intensif di lapangan.
“KUR menjadi salah satu instrumen penting untuk membuka akses pembiayaan bagi pelaku usaha. Namun bagi BRI, hubungan dengan nasabah tidak berhenti ketika pembiayaan diberikan. Pendampingan menjadi bagian penting agar pelaku UMKM memiliki ruang yang semakin besar untuk mengembangkan usahanya,” ujar Agus.












