Intisari Berita:
- Seluruh siswa SD Budi Yakin Tambaksari menerima bantuan seragam baru dari Anggota Komisi E DPRD Jatim Cahyo Harjo Prakoso.
- Penyerahan seragam melengkapi revitalisasi fisik gedung sekolah yang didanai melalui Bantuan Presiden (Banpres).
- Program renovasi infrastruktur sekolah era Presiden Prabowo mencakup sekitar 700 ribu sekolah dan terus berlanjut hingga tahun depan.
Surabaya, Jatimmandiri.id — Suasana keceriaan terpancar dari wajah anak-anak di SD Budi Yakin, Kecamatan Tambaksari, Kota Surabaya, pada Senin (21/9/2026). Anggota Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur, Cahyo Harjo Prakoso, hadir langsung untuk membagikan seragam sekolah baru kepada seluruh peserta didik di sekolah tersebut.
Langkah ini dilakukan menyusul tuntasnya perbaikan sarana fisik di SD Budi Yakin yang terpilih sebagai salah satu penerima manfaat program revitalisasi sekolah melalui Bantuan Presiden (Banpres). Program pusat tersebut dirancang guna menopang pembenahan fasilitas penunjang pendidikan yang sebelumnya membutuhkan perhatian khusus.
Menurut Cahyo, renovasi gedung tidak boleh berhenti sebatas estetika dan fisik bangunan. Esensi utama dari intervensi fisik adalah memastikan kenyamanan dan pemantik semangat anak-anak saat menimba ilmu di ruang kelas. Penyerahan pakaian sekolah anyar ini direalisasikan usai melalui proses verifikasi dan pendataan kebutuhan murid selama satu hingga dua bulan.
“Melihat bangunannya yang sudah bagus, tentu kita harus semakin semangat. Agar makin semangat belajarnya, menurut saya seragamnya juga harus baru,” tegas Cahyo di hadapan para siswa yang menyambut pernyataannya dengan tepuk tangan meriah.
Menjaga Sinergi Banpres: Menjangkau 700 Ribu Sekolah di Seluruh Negeri
Cahyo menegaskan secara gamblang bahwa penyaluran seragam ini merupakan inisiatif tersendiri dan tidak bersumber dari anggaran yang sama dengan program Bantuan Presiden untuk pembenahan gedung sekolah. Kendati demikian, kedua langkah tersebut saling menguatkan demi ekosistem belajar yang ideal.
Ia memaparkan bahwa intervensi fasilitas di SD Budi Yakin merupakan implementasi agenda prioritas pemerintah pusat dalam menuntaskan sarana pendidikan yang rusak atau tertinggal. Target sasaran program ini sangat masif, menyentuh sekitar 700 ribu unit sekolah di berbagai penjuru Indonesia, serta diproyeksikan terus bergulir hingga tahun depan.
“Ini merupakan komitmen Presiden Prabowo agar tidak ada lagi sekolah, baik negeri maupun swasta, yang memiliki infrastruktur tidak layak atau membahayakan anak-anak dan murid-murid kita,” terang politisi yang juga menjabat sebagai Ketua DPC Gerindra Surabaya ini.
Pesan Moral untuk Generasi Penerus: Doa dan Bakti kepada Orang Tua
Di balik penyerahan perlengkapan fisik, Cahyo menyisipkan pesan mendalam seputar pondasi karakter para murid. Baginya, pakaian dan gedung baru hanyalah sarana penunjang, sementara kunci kesuksesan sejati bertumpu pada integritas moral dan rasa hormat kepada keluarga.
“Harapan saya, adik-adik di sini bisa makin semangat dan rajin belajarnya,” tuturnya.
Cahyo menekankan bahwa kebanggaan serta kesuksesan anak kelak merupakan bentuk apresiasi paling berharga bagi jerih payah ayah dan ibu di rumah. Oleh karena itu, tolak ukur prestasi tidak semestinya dipandang dari angka akademik semata, melainkan dari adab dan ketulusan berbakti.
“Saya hanya minta satu hal kepada adik-adik sekalian, tidak perlu mendoakan saya, tetapi minimal teruslah mendoakan orang tua kalian,” ungkap Cahyo penuh ketulusan.
Menutup dialognya dengan para guru dan siswa, ia kembali mengingatkan bahwa doa orang tua adalah pendorong utama keberhasilan anak dalam menggapai cita-cita di masa depan.
“Prinsip utamanya adalah menjadi anak yang rajin, patuh kepada orang tua, dan menjadi kebanggaan keluarga. Itu adalah kebanggaan luar biasa yang tidak bisa ditukar dengan apa pun oleh orang tua kalian,” pungkasnya.












