Intisari Berita:
- Kepala SPPG Kalitengah Rafli Ridho menyampaikan permohonan maaf terbuka atas insiden keracunan ratusan santri Ponpes Manba’ul Hikam.
- Manajemen berdalih proses memasak menu MBG telah sesuai rutinitas operasional harian, tetapi siap bertanggung jawab dan kooperatif.
- BGN membekukan operasional dapur sementara Dinkes dan kepolisian mengamankan sampel makanan untuk uji laboratorium.
Sidoarjo, Jatimmandiri.id — Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Rafli Ridho, akhirnya muncul ke hadapan publik guna menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas insiden dugaan keracunan pangan massal yang menimpa ratusan santri di Pondok Pesantren Manba’ul Hikam, Desa Putat, Tanggulangin, Selasa (1/9/2026).
Kedaruratan medis tersebut bermula saat ratusan santri dan santriwati serempak mengeluhkan gejala mual, muntah, hingga pusing hebat beberapa saat setelah mengonsumsi paket menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disuplai langsung dari dapur umum SPPG Kalitengah.
Ledakan jumlah korban di lingkungan pesantren memaksa pihak pengurus bersama tenaga medis mengerahkan puluhan armada ambulans guna mengevakuasi para pasien secara maraton menuju sejumlah rumah sakit rujukan di Kabupaten Sidoarjo.
Permintaan Maaf Manajemen SPPG Kalitengah dan Dalih Prosedur Memasak
Merespons petaka kesehatan yang menyedot atensi masyarakat luas tersebut, Rafli Ridho melayangkan permohonan maaf yang mendalam kepada jajaran pengasuh pondok pesantren, keluarga wali santri, serta seluruh korban yang harus menjalani penanganan medis darurat.
“Saya secara pribadi dan mewakili manajemen SPPG Kalitengah menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas insiden yang menimpa para santri di Pondok Pesantren Manba’ul Hikam. Kami sangat menyesalkan kejadian ini,” tutur Rafli Ridho dalam keterangan resminya.
Terkait alur pengolahan hidangan massal tersebut, Rafli berdalih bahwa seluruh tahapan persiapan bahan mentah hingga proses memasak paket menu MBG pada hari kejadian telah dijalankan sesuai rutinitas prosedur operasional standar harian.
Kendati demikian, ia menegaskan pihak manajemen siap memikul tanggung jawab penuh dan bersikap kooperatif selama rangkaian proses investigasi penegakan hukum berlangsung.
Pembekuan Dapur oleh BGN dan Uji Laboratorium Sampel Makanan
Sebagai langkah penanganan cepat pascainsiden, Badan Gizi Nasional (BGN) bersama pemerintah daerah secara resmi menjatuhkan sanksi pembekuan operasional sementara (*suspend*) terhadap fasilitas dapur SPPG Kalitengah demi kepentingan penyelidikan menyeluruh.
Di saat bersamaan, tim gabungan yang terdiri dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sidoarjo dan aparat kepolisian telah bergerak cepat menyita sisa sampel hidangan siap santap serta bahan baku mentah dari lokasi dapur.
Seluruh barang bukti tersebut kini tengah menjalani pengujian laboratoris komprehensif guna mendeteksi secara pasti kandungan mikroorganisme patogen, bakteri, maupun senyawa beracun yang menjadi biang keladi keracunan massal santri.












