Surabaya, Jatimmandiri.id – Pelataran Parkir Universitas Dr Soetomo (Unitomo) menjadi saksi bisu momen bersejarah bagi dunia kepramukaan di Surabaya.
Sebanyak 1.352 anggota Pramuka dari golongan Siaga, Penggalang, dan Penegak di Kecamatan Sukolilo berkumpul dalam semangat Surabaya Hebat, Indonesia Kuat untuk mengikuti pelantikan Pramuka Garuda sekaligus mencatatkan diri dalam sejarah nasional.
Acara yang diprakarsai oleh Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Sukolilo ini dihadiri oleh jajaran pimpinan Unitomo, pengurus Kwartir Ranting, serta unsur Forkopimka.
Dukungan keluarga pun menjadi pemandangan dominan, dengan ratusan orang tua yang hadir mendampingi putra-putrinya.
Ketua Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Kecamatan Sukolilo, M Ishaq, menekankan bahwa pelantikan Pramuka Garuda adalah langkah strategis dalam melahirkan generasi yang disiplin dan berjiwa kepemimpinan.
“Kami bangga melihat semangat adik-adik Pramuka yang hadir bersama orang tua mereka pada Sabtu kemarin,” kata Ishaq, Senin, 22 Juni 2026.
“Ini menunjukkan bahwa pembentukan karakter tidak hanya dilakukan di sekolah dan organisasi, tetapi juga mendapat dukungan penuh dari keluarga. Pramuka Garuda adalah simbol generasi unggul yang siap menjadi teladan, berprestasi, serta mengamalkan nilai-nilai Dasa Dharma Pramuka dalam kehidupan sehari-hari,” tambah dia.
Tercatat sebanyak 1.352 peserta resmi dilantik, terdiri dari 506 Siaga, 729 Penggalang, dan 117 Penegak.
Kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan serentak se-Kota Surabaya untuk mencetak generasi emas yang tangguh dan berwawasan kebangsaan.
Puncak acara berlangsung khidmat saat ribuan peserta secara serentak membasuh kaki orang tua mereka.
Aksi yang menyentuh nilai-nilai kemanusiaan ini berhasil mencatatkan Rekor MURI sebagai kegiatan pembasuhan kaki orang tua oleh anggota Pramuka terbanyak.
Selain itu, peragaan semafor massal yang memukau turut menyumbangkan Rekor MURI kedua bagi Kota Surabaya pada hari tersebut.
Sementara itu, Wakil Rektor III Bidang Promosi dan Kemahasiswaan Unitomo, Dr Ir Suyanto ME MM, memberikan apresiasi tinggi atas keterlibatan kampus dalam perhelatan ini.
Menurutnya, Pramuka adalah fondasi penting dalam membangun integritas generasi muda.
“Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pemecahan Rekor MURI, tetapi juga menjadi sarana pendidikan karakter yang sangat bermakna,” ujarnya.
“Melalui Pramuka, generasi muda diajarkan untuk menghormati orang tua, menumbuhkan disiplin, memperkuat kepedulian sosial, serta membangun semangat persatuan. Nilai-nilai inilah yang akan menjadi fondasi kuat bagi lahirnya generasi penerus bangsa yang unggul dan berdaya saing,” sambung Suyanto.
Lebih dari sekadar mengejar rekor, perhelatan ini membuktikan bahwa Gerakan Pramuka tetap relevan sebagai wadah kreatif dan inspiratif.
Dengan memadukan pendidikan karakter, bakti kepada orang tua, dan cinta tanah air, Pramuka Sukolilo telah menunjukkan langkah nyata dalam menyiapkan generasi masa depan yang berakhlak mulia dan siap berkontribusi bagi bangsa.












