Gaya HidupKota Besar

Populasi Ikan Lokal Meningkat, Ecoton dan Nelayan Jombang Gencarkan Sensus Ekosistem Kali Surabaya

Penulis: Ayu SukmaEditor: Alif Bintang
×

Populasi Ikan Lokal Meningkat, Ecoton dan Nelayan Jombang Gencarkan Sensus Ekosistem Kali Surabaya

Sebarkan artikel ini
Tim Budidaya Ikan Petro-Tirta Ecoton bersama nelayan menemukan ikan lokal seberat 3 kg.
Example 468x60

Surabaya, Jatimmandiri.id – Upaya menjaga kelestarian ekosistem Kali Surabaya terus digalakkan.Tim Budidaya Ikan Petro-Tirta Ecoton berkolaborasi dengan Petrokimia Gresik dan Komunitas Nelayan Sekar Mulyo menggelar sensus keanekaragaman ikan lokal di sepanjang aliran sungai dari Perning hingga Sumberame pada Sabtu (12/9/2026).

Penyisiran yang mencakup sembilan titik pengamatan tersebut dimulai sejak Jumat (11/9/2026).

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Langkah ini dilakukan untuk mengidentifikasi keanekaragaman jenis serta jenis kelamin ikan lokal yang masih bertahan hidup di Kali Surabaya.

Aksi pendataan di lapangan ini melibatkan kolaborasi erat antara empat nelayan Dusun Paras, Desa Turi Pinggir, Kecamatan Megaluh, Jombang, dan enam peneliti Ecoton.

Tim menyusuri sungai menggunakan dua perahu sepanjang enam meter dan satu perahu karet lima meter, didampingi empat personel tim darat yang bergerak menggunakan sepeda motor.

Hasil penyisiran menunjukkan tren positif bagi pemulihan ekosistem air. Jumlah dan variasi ikan yang berhasil ditangkap menggunakan jaring pada tahun ini tercatat meningkat dibandingkan periode sebelumnya.

Anggota Komunitas Nelayan Sekar Mulyo, Paringono, menyambut gembira melimpahnya tangkapan ikan lokal pada sensus kali ini.

”Sekali tebar jaring ada 12 ikan terjaring. Tahun ini lebih banyak ikan yang didapat dan ada semua jenis. Tahun ini lebih banyak ikan rengkik yang kita dapat,” kata Paringono.

Sementara itu, Koordinator Program Petro-Tirta, Amalia Fibrianty, menegaskan bahwa pendataan keanekaragaman hayati ini menjadi parameter kunci dalam mengukur kesehatan ekosistem sungai secara objektif.

“Sensus ikan ini penting karena kita tidak hanya melihat kondisi sungai dari kualitas airnya, tetapi juga dari kehidupan yang ada di dalamnya,” ucap Amalia.

”Keberadaan dan keberagaman ikan lokal menjadi salah satu tanda bahwa Kali Surabaya masih memiliki fungsi sebagai habitat bagi biota perairan. Karena itu, ikan lokal harus kita jaga bersama agar tidak hilang dari Kali Surabaya,” sambung dia.

Baca Juga  Surabaya Uji Coba Perlinsos Digital, Permudah dan Pertepat Penyaluran Bansos

Amalia juga menyoroti peran strategis masyarakat lokal, khususnya nelayan, dalam mendukung pengumpulan data ilmiah berbasis komunitas.

“Nelayan adalah masyarakat yang paling dekat dan berinteraksi langsung dengan sungai. Pengetahuan mereka tentang jenis ikan dan perubahan yang terjadi di sungai sangat penting untuk melengkapi data ilmiah. Harapannya, sensus ini tidak berhenti sebagai kegiatan pendataan, tetapi menjadi langkah bersama untuk melindungi ikan lokal dan menjaga Kali Surabaya,” tandasnya.

Selain sebagai sarana pendokumentasian jenis biota air, sensus berkala ini diharapkan mampu meningkatkan kepedulian publik dan pemangku kepentingan untuk terus menjaga kelestarian Kali Surabaya secara berkelanjutan.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *