Jember, Jatimmandiri.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jember menyebutkan pada triwulan I tahun 2026 perekonomian Sekarkijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo dan Lumajang) menunjukkan kinerja yang solid dengan seluruh wilayah kerjanya tercatat pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen.
Kepala Kantor OJK Jember yang membawahi Situbondo, Aris Budiman mengemukakan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Situbondo pada triwulan I 2026 tumbuh 5,50 persen, Bondowoso 5,42 persen dan Lumajang tumbuh 5,89 persen.
“Jember dan Banyuwangi menjadi daerah dengan pertumbuhan tertinggi, masing-masing sebesar 6,35 persen dan 6,14 persen, melampaui pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Timur 5,96 persen dan nasional sebesar 5,61 persen,” katanya dalam keterangan tertulis dikutip dari Antara.
Secara keseluruhan, lanjut Aris, pertumbuhan ekonomi di wilayah kerjanya mencerminkan bahwa aktivitas ekonomi masyarakat di tetap terjaga.
Menurut dia, pertumbuhan ekonomi di wilayah Sekarkijang didukung oleh kinerja sektor-sektor utama seperti pertanian, perdagangan dan industri pengolahan, sehingga menjadi modal positif bagi keberlanjutan pertumbuhan ekonomi dan penguatan sektor jasa keuangan di daerah.
“Kami menilai stabilitas sektor jasa keuangan di wilayah Sekarkijang tetap terjaga dan didukung oleh pertumbuhan ekonomi regional yang solid di atas rata-rata nasional, serta kinerja intermediasi keuangan yang tumbuh positif per 31 Mei 2026,” kata Aris Budiman.
Ia menambahkan, sebagai regulator dan pengawas sektor jasa keuangan, Otoritas Jasa Keuangan memiliki peran penting dalam memastikan industri jasa keuangan berjalan secara sehat, stabil dan berkelanjutan.
“Melalui fungsi pengaturan, pengawasan serta pelindungan konsumen, kami mendorong lembaga jasa keuangan untuk menjalankan fungsi intermediasi secara optimal, sehingga mampu mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” kata Aris.












