Jakarta, Jatimmandiri.id – PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina Foundation terus menanamkan kesadaran menjaga kelestarian lingkungan kepada anak-anak sejak usia dini.
Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan edukatif dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2026 dengan melibatkan siswa taman kanak-kanak beserta orang tua mereka.
Operation Director Pertamina Foundation, Gusman Adiwardhana, mengatakan kepedulian terhadap lingkungan tidak muncul secara instan, melainkan harus dibangun sejak anak-anak melalui kebiasaan sederhana yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kebiasaan menjaga bumi tidak lahir begitu saja. Nilai-nilai tersebut harus ditanamkan sejak kecil melalui hal-hal sederhana yang dilihat dan dipraktikkan anak setiap hari,” ujar Gusman dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu (25/7) seperti dilansir Antara.
Dalam kegiatan tersebut, Pertamina Foundation menggelar kunjungan edukatif di dua sekolah binaannya, yakni TK Bumi Patra I di Pondok Ranji dan TK Bumi Patra II di Cempaka Putih, Jakarta.
Mengusung tema “Aku dan Orang Tuaku Peduli Bumi”, kegiatan dirancang untuk memperkuat peran orang tua dan anak dalam menerapkan gaya hidup ramah lingkungan. Berbagai kebiasaan sederhana dikenalkan kepada peserta, mulai dari memilah sampah, menghemat penggunaan listrik dan air, menggunakan wadah pakai ulang seperti tumbler dan tas belanja, hingga memanfaatkan transportasi umum.
Sebanyak 75 siswa dan 77 orang tua mengikuti kegiatan tersebut. Rinciannya, 57 siswa bersama 54 orang tua berasal dari TK Bumi Patra I, sedangkan TK Bumi Patra II diikuti 18 siswa dan 23 orang tua.
Seluruh rangkaian acara dikemas secara interaktif dan menyenangkan dengan mengangkat tema “Pahlawan Cilik Penyelamat Bumi”.
Anak-anak diajak memahami pentingnya menjaga lingkungan melalui enam aktivitas edukatif. Salah satunya adalah pembelajaran mengenai pemilahan sampah organik dan anorganik menggunakan media visual yang dipadukan dengan permainan estafet.
Dalam simulasi tersebut, peserta belajar memilah sampah ke dalam tiga kategori tempat sampah, yaitu wadah berwarna hijau untuk sampah organik, kuning untuk sampah anorganik, dan merah untuk limbah bahan berbahaya dan beracun (B3).
Salah satu orang tua peserta dari TK Bumi Patra II, Ibu Upi, mengaku senang dapat mengikuti kegiatan tersebut bersama anaknya.
“Biasanya anak saya hanya membaca tentang lingkungan dari buku. Hari ini dia bisa langsung mempraktikkan cara memilah sampah dan membuat kerajinan dari daun kering. Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat karena membuat anak lebih memahami pentingnya menjaga lingkungan sejak usia dini,” katanya.
Gusman menambahkan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen jangka panjang Pertamina Foundation dalam mengembangkan sekolah binaan yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga mampu membentuk karakter peduli lingkungan.
Menurutnya, Hari Anak Nasional menjadi momentum yang tepat untuk menanamkan nilai-nilai cinta lingkungan kepada generasi muda.
Pertamina Foundation berharap kegiatan tersebut mampu membentuk kebiasaan positif sejak dini sekaligus mempererat hubungan antara orang tua dan anak dalam menerapkan gaya hidup berkelanjutan.
“Kami percaya perubahan besar bagi bumi berawal dari kebiasaan kecil yang ditanamkan sejak anak-anak masih duduk di bangku taman kanak-kanak. Sinergi antara sekolah dan orang tua menjadi kunci agar nilai-nilai tersebut terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” tutup Gusman.












