Beritae-Sport

Penalti Jadi Motivasi, BTR Juara

Penulis: HabibEditor: ibn
×

Penalti Jadi Motivasi, BTR Juara

Sebarkan artikel ini
Pelatih Bigetron by Vitality, Christian Jonathan atau Chrisjo sukses mengubah kekecewaan timnya motivasi hingga menjuarai Free Fire World Series Southeast Asia (FFWS SEA) 2026 Fall.
Example 468x60

Surabaya, Jatim Mandiri
Bigetron by Vitality (BTR) mengubah kekecewaan akibat penalti menjadi motivasi hingga menjuarai Free Fire World Series Southeast Asia (FFWS SEA) 2026 Fall. Gelar itu diraih setelah BTR memastikan Booyah pada game ke-12 dalam Grand Finals di Surabaya.
Pelatih BTR, Christian Jonathan atau Chrisjo, mengatakan penalti sempat memengaruhi kondisi emosional tim. Terlebih, BTR sebelumnya mengumpulkan poin besar untuk memperoleh keuntungan Headstart Point.
Penalti dijatuhkan setelah penyelenggara meninjau rekaman pertandingan dan bukti Point Rush Stage pada 19 September 2026. BTR dinyatakan melanggar Section 6.5 mengenai In-Game Violations. Akibatnya, perolehan poin BTR pada Point Rush dikurangi 18 poin dan hadiah dipotong 5 persen.
Pengurangan tersebut membuat BTR turun ke peringkat ketujuh klasemen Point Rush. Kondisi itu turut memengaruhi Headstart Point sebagai modal memasuki Champion Rush.
Chrisjo mengakui timnya tidak sepakat dengan keputusan tersebut. Namun, ia meminta para pemain tidak membiarkan persoalan itu mengganggu fokus pertandingan.
“Kami tidak bisa terus membawa kemarahan itu ke pertandingan. Pada akhirnya, kami tetap harus bermain dengan kondisi yang ada,” kata Chrisjo. “Perasaan tidak setuju itu tetap ada, tetapi kami harus mengubahnya menjadi energi untuk membuktikan diri di dalam game,” lanjutnya.
BTR yang diperkuat Fellow, Kyongg, Kojaa, C1b3nk dan Tiuszz tetap mampu bersaing dalam format Champion Rush hingga mencapai game ke-12. BTR kemudian meraih Booyah pada game tersebut sekaligus memastikan gelar juara FFWS SEA 2026 Fall.
Keberhasilan itu menjadikan BTR tim Indonesia kedua yang menjuarai FFWS SEA setelah ONIC pada musim Spring 2025. BTR juga menjadi tim Indonesia pertama yang meraih gelar FFWS SEA ketika turnamen regional tersebut digelar di Indonesia.
Chrisjo menilai keberhasilan itu merupakan hasil kemampuan pemain sekaligus kemampuan beradaptasi terhadap berbagai situasi sepanjang turnamen. “Para pemain harus keluar dari zona nyaman, mempelajari berbagai aturan baru, terus beradaptasi, menerima setiap tantangan, mempercayai proses, dan berjuang sampai akhir,” ujarnya.
Gelar di Surabaya menjadi gelar regional kedua BTR sepanjang 2026. Sebelumnya, BTR menjuarai Free Fire MAX Asia Invitational 2026 Summer pada Juni lalu. (bib/ibn)

Example 300250
Baca Juga  Turnamen Voli Bupati Cup 2026 Cetak Atlet Muda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Kediri, Jatim Mandiri Bea Cukai Kediri bersama Satpol PP Jombang menemukan modus penjualan rokok ilegal menggunakan sepeda motor yang dimodifikasi…

Berita

Menelusuri Jejak Peradaban Kuno Sundaland pernah menjadi bentang daratan luas dengan air, tanah subur, mineral, gunung, dan laut yang mendukung…