Surabaya, Jatimmandiri.id-– Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menegur kontraktor yang mencatut nama Pemkot Surabaya pada kendaraan proyek di Jalan Dr Moestopo.
Penggunaan identitas tersebut dinilai merugikan karena membuat masyarakat mengira proyek yang berkaitan dengan kecelakaan pengendara merupakan pekerjaan Pemkot Surabaya.
Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya, Hidayat Syah, mengatakan persoalan tersebut diketahui setelah Pemkot Surabaya menerima laporan kecelakaan di Jalan Dr Moestopo pada Rabu (19/8/2026) malam.
“Kronologisnya itu tanggal 19 Agustus ada info melalui hotline-nya Pak Wali Kota menyampaikan bahwa ada kecelakaan di proyek yang berlokasi di Jalan Moestopo,” ujar Hidayat Syah, Senin (24/8/2026).
Menindaklanjuti laporan tersebut, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meminta DSDABM memastikan status proyek di lokasi kecelakaan.
Hidayat kemudian menugaskan tim untuk mengecek proyek tersebut. Dari hasil penelusuran, proyek itu dipastikan bukan pekerjaan DSDABM maupun Pemkot Surabaya.
“Kami ditugaskan wali kota untuk menelusuri apakah itu proyeknya kami DSDABM atau proyek dari tempat lain. Setelah kami telusuri, rupanya ini proyek dari tempat lain,” jelasnya.
Menurut Hidayat, persoalan muncul karena truk proyek menggunakan pelat nomor W berwarna kuning dan ditempeli banner bertuliskan kendaraan proyek Pemkot Surabaya DSDABM.
Penggunaan identitas tersebut membuat masyarakat mengira proyek tersebut merupakan pekerjaan Pemkot Surabaya. Akibatnya, ketika terjadi kecelakaan, nama Pemkot Surabaya ikut terseret.
“Persoalannya itu truknya pelat W warna kuning, tetapi ditempel banner tulisan kendaraan proyek Pemkot Surabaya DSDABM. Dampaknya, masyarakat itu menuduh kami (pemkot),” tegas Hidayat.
Ia menegaskan, kontraktor seharusnya mencantumkan identitas pihak yang sebenarnya bertanggung jawab atas proyek. Jika proyek tersebut berkaitan dengan RSUD Dr Soetomo, identitas rumah sakit tersebut yang semestinya dicantumkan pada kendaraan proyek.
“Kalau proyeknya memang Dr Soetomo, seharusnya ya ditulis Dr Soetomo. Jangan menumpang nama kita (Pemkot Surabaya),” tegasnya.
Meski proyek tersebut bukan bagian dari pekerjaan Pemkot Surabaya, DSDABM tetap turun tangan menangani dampak kecelakaan. Tim Satgas DSDABM bergerak cepat membersihkan ceceran lumpur yang jatuh dari truk proyek di sekitar lokasi.
“Walaupun bukan proyek dari DSDABM Surabaya, tim satgas bergerak cepat membersihkan lumpur yang jatuh dari truk proyek milik Dr Soetomo,” ungkap Hidayat.
Sementara itu, pihak korban dan kontraktor telah berhasil dipertemukan. Hidayat mengatakan kontraktor juga menyatakan kesediaannya bertanggung jawab terhadap biaya perawatan korban hingga dinyatakan sembuh.
“Alhamdulillah sudah ditemukan dan mereka (kontraktor) sudah berjanji, sudah ada niatan akan bertanggung jawab untuk masalah pembayaran rumah sakit sampai sembuh,” katanya.
Hidayat menambahkan, pihak korban menyambut baik itikad tersebut. Persoalan kecelakaan pun diupayakan diselesaikan secara kekeluargaan.
“Alhamdulillah pihak korban juga menyambut baik dan bisa menyelesaikan dengan kekeluargaan,” pungkasnya.












