Pasuruan, Jatim Mandiri — Pemkab Pasuruan menggelar pelatihan kerja singkat berbasis kebutuhan industri untuk meningkatkan keterampilan sekaligus membuka akses kerja langsung bagi masyarakat. Program tersebut melibatkan 128 peserta dan perusahaan lokal, di Pasuruan, Senin (21/9).
Sekretaris Daerah Kabupaten Pasuruan Yudha Triwidya Sasongko mengatakan, pelatihan digelar Dinas Ketenagakerjaan menggunakan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) 2026.
Program tersebut bekerja sama dengan PT Berkat Ganda Sentosa untuk menyesuaikan kompetensi peserta dengan kebutuhan tenaga kerja perusahaan.
“Begitu selesai pelatihan, maka langsung diterima bekerja di perusahaan,” kata Yudha.
Menurut dia, pelatihan dirancang lebih singkat dibandingkan program reguler dengan materi yang dipadatkan sesuai kebutuhan industri. Peserta juga mendapat praktik langsung di tempat kerja.
Sebanyak 128 peserta mengikuti program dalam delapan gelombang. Setiap gelombang terdiri atas 16 peserta dengan instruktur dari Balai Latihan Kerja Pandaan dan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Sidoarjo.
Yudha mengajak perusahaan lain berkolaborasi mengembangkan pelatihan berbasis penempatan agar masyarakat memperoleh keterampilan sekaligus akses langsung menuju dunia kerja.
Manajer Sumber Daya Manusia PT Berkat Ganda Sentosa Wahyu Budi Prianto menyambut positif program tersebut. Menurutnya, kolaborasi pemerintah dan industri dapat memperluas penyerapan tenaga kerja lokal.
Perusahaan sepatu tersebut membutuhkan sekitar 350 pekerja. Program pelatihan itu diharapkan dapat memenuhi sekitar 50 persen kebutuhan tenaga kerja tersebut. “Kami ingin merangkul bersama, karena lapangan pekerjaan di Pasuruan harus dioptimalkan sehingga serapan tenaga kerja bisa maksimal bekerja di wilayah sendiri,” kata Wahyu.
Pemkab Pasuruan berharap model pelatihan berbasis penempatan dapat terus dikembangkan bersama dunia usaha sehingga peningkatan kompetensi masyarakat berjalan seiring dengan kebutuhan tenaga kerja industri. (ant/ibn)










