Jatim

Optimalisasi Masa Libur, Dindik Jatim Dorong Guru Jadi Pendidik Adaptif dan Inovatif

×

Optimalisasi Masa Libur, Dindik Jatim Dorong Guru Jadi Pendidik Adaptif dan Inovatif

Sebarkan artikel ini
Kepala Dindik Jatim Aries Agung Paewai.
Example 468x60

Surabaya, Jatimmandiri.id – Memasuki masa libur sekolah, Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur memilih untuk tidak menghentikan langkah inovasi.

Alih-alih sekadar jeda, masa libur kali ini dimanfaatkan secara strategis untuk menggenjot kapasitas serta kreativitas para pendidik di seluruh Jatim.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Langkah ini diambil sebagai persiapan matang menyambut Tahun Ajaran 2026/2027 yang menuntut standar kualitas pembelajaran lebih tinggi.

Kepala Dindik Jatim, Aries Agung Paewai, menegaskan bahwa momentum liburan adalah waktu krusial bagi guru untuk melakukan transformasi diri agar lebih siap menghadapi tantangan di ruang kelas.

“Murid berlibur untuk mengisi energi, sedangkan guru memanfaatkan waktu untuk memperkuat kompetensi. Saat murid kembali ke sekolah, mereka bertemu guru yang lebih rapi, lebih kreatif, lebih inovatif, dan lebih menginspirasi. Sebab masa depan Jawa Timur ditentukan oleh guru yang terus bertumbuh dan tidak pernah berhenti belajar,” ujar Aries, Selasa, 23 Juni 2026.

Aries memaparkan tiga target utama yang diproyeksikan bagi seluruh guru di Jatim.

Yakni, peningkatan kompetensi, penguatan kreativitas, dan kesiapan adaptasi terhadap ekosistem pendidikan yang dinamis.

Menurutnya, jeda akhir semester adalah waktu tepat bagi guru untuk melakukan refleksi mendalam, membedah kembali perangkat ajar, serta memperkuat karakter pendidik.

“Tantangan dunia pendidikan saat ini semakin kompleks seiring pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), perubahan karakter belajar siswa, hingga tuntutan metode pembelajaran yang lebih menarik dan bermakna. Karena itu, guru dituntut untuk terus belajar dan beradaptasi,” tambahnya.

Untuk merealisasikan target tersebut, Dindik Jatim telah menginstruksikan serangkaian langkah taktis kepada para pendidik, di antaranya pemetaan diagnostik, adaptasi peserta didik, penguatan literasi, dan pekan refleksi.

“Hasil refleksi tersebut kemudian dituangkan dalam lembar refleksi guru, rencana perbaikan pembelajaran, dan target peningkatan kualitas belajar murid,” jelas Aries.

Baca Juga  Gebyar PAUD Lamongan 2026, Perkuat Fondasi SDM Sejak Usia Dini

Selain itu, guru diwajibkan memperkaya perangkat pembelajaran melalui penyusunan modul ajar, lembar kerja peserta didik (LKPD), bank soal diagnostik, hingga pembuatan media pembelajaran digital berbasis video dan proyek kontekstual.

Dindik Jatim juga telah menentukan kurikulum mandiri bagi para guru, yang mencakup penguasaan deep learning, active learning, project-based learning, integrasi AI dalam pengajaran, hingga keterampilan public speaking.

Sebagai wujud nyata, Dindik Jatim meluncurkan Gerakan Satu Guru Satu Inovasi.

Gerakan ini mewajibkan setiap guru untuk menghasilkan setidaknya satu karya baru, baik itu media pembelajaran, metode mengajar, video edukasi, maupun rancangan proyek pembelajaran.

Di samping fokus pada aspek pedagogik, sekolah-sekolah di Jatim tetap menjaga kesinambungan lingkungan melalui Program SIKAP.

Guru tetap menjalankan sistem piket untuk merawat ekosistem sekolah, termasuk tanaman, perkebunan, dan perikanan, serta mendokumentasikan perkembangannya secara berkala.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *