Surabaya, Jatimmandiri.id – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) resmi menetapkan lokasi dan waktu pelaksanaan forum tertinggi organisasi, Muktamar ke-35 NU.
Gelaran akbar ini dijadwalkan berlangsung pada 27 hingga 31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.
Langkah PBNU ini langsung menuai respons positif dari berbagai pihak, salah satunya dari Anggota DPD RI asal Jatim, Lia Istifhama.
Senator yang akrab disapa Ning Lia tersebut menilai penunjukan Pesantren Tambakberas sebagai tuan rumah merupakan keputusan luar biasa yang sarat akan makna simbolis dan historis.
Menurut Ning Lia, Tambakberas dan Kabupaten Jombang memiliki benang merah sosiologis yang sangat kuat dengan linimasa perjalanan NU.
Di sinilah fondasi awal pemikiran besar NU pertama kali dirumuskan.
“Kabupaten Jombang yang dikenal luas sebagai Kota Santri itu merupakan tempat lahir dan tumbuhnya para ulama besar yang menjadi pendiri sekaligus penggerak utama lahirnya NU,” ujar Ning Lia, Kamis (9/7).
Kawasan Jombang memang menjadi rahim bagi lahirnya tokoh-tokoh legendaris NU, seperti Almaghfurlah KH Hasyim Asy’ari, Almaghfurlah KH Abdul Wahab Chasbullah, dan Almaghfurlah KH Bisri Syansuri.
Atas dasar rekam jejak tersebut, Lia menegaskan bahwa Muktamar di Tambakberas bukan sekadar agenda rutin lima tahunan organisasi.
Namun jadi momentum krusial untuk merekatkan kembali seluruh kader pada akar perjuangan para muassis (pendiri).
“Kita semua tahu bagaimana sejarah panjang Pesantren Tambakberas yang menjadi cikal bakal berdirinya pesantren-pesantren besar lainnya di Jombang. Pesantren Denanyar, Pesantren Tebuireng, hingga Rejoso itu masih mempunyai hubungan genealogi yang sangat erat dengan Tambakberas,” urai keponakan dari Khofifah Indar Parawansa tersebut.
Lebih dari sekadar pertemuan nasional, Muktamar ke-35 ini membawa misi ideologis yang kuat untuk merawat warisan Islam moderat, sekaligus meneguhkan komitmen kebangsaan dalam mengawal NKRI.
“Jombang adalah rumah besar bagi para ulama dan pesantren. Sehingga terpilihnya Tambakberas dipastikan dapat menjadi bagian penting dari catatan sejarah besar Nahdlatul Ulama dari masa ke masa,” terang Ning Lia.
Kembalinya Muktamar NU ke Jombang sekaligus membangkitkan memori manis satu dekade lalu.
Pada tahun 2015, Jombang sukses menjadi tuan rumah Muktamar ke-33 NU yang ditempatkan di empat pesantren utama.
Menjelang pembukaan forum, Ning Lia mengajak seluruh warga Nahdliyin dan delegasi dari berbagai daerah untuk melakukan refleksi mendalam, bukan sekadar hadir sebagai penggembira.
Ia berharap para kader dapat menyerap spirit lokal dan meneladani diplomasi serta ketokohan para pendahulu, khususnya KH Abdul Wahab Chasbullah, sang penggerak asli Tambakberas.
“Saya berharap forum permusyawaratan tertinggi ini dapat berlangsung kondusif, penuh rasa persatuan, cinta, dan keberkahan. Dengan begitu, Muktamar ke-35 dipastikan mampu melahirkan keputusan-keputusan strategis bagi masa depan organisasi dan jam’iyyah,” pungkasnya.












