Intisari Berita:
- Seorang lansia bernama Rochmani (68) di Rungkut Kidul menjadi korban perampokan sadis dengan modus pelaku pura-pura mencari tempat kos.
- Korban mengalami luka parah di wajah dan tengkuk hingga dilarikan ke RSAL, sementara pelaku menggondol 2 kalung emas seberat 30 gram.
- Menanggapi titik buta pengawasan di lokasi kejadian, Wakil Ketua DPRD Surabaya Arif Fathoni memastikan bakal segera membelikan unit kamera CCTV.
Surabaya, Jatim Mandiri — Aksi perampokan sadis menimpa seorang perempuan lanjut usia, Rochmani (68), warga Jalan Rungkut Kidul Gang II, Surabaya, pada Senin (3/11/2026) sekitar pukul 11.30 WIB. Korban diserang secara brutal oleh pria tak dikenal yang berpura-pura menyewa kamar kos, sebelum akhirnya membawa kabur dua buah kalung emas seberat total 30 gram milik korban.
Akibat penganiayaan berat tersebut, korban menderita luka serius di area wajah dan tengkuk. Mengetahui korban terkapar berlumuran darah, warga setempat langsung mengevakuasi Rochmani ke Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) dr Ramelan Surabaya guna mendapatkan perawatan medis darurat.
Modus Intai Lokasi hingga Tiga Kali Kunjungan
Tetangga korban, Rumi (63), mengungkapkan bahwa pelaku disinyalir telah mengintai target secara terencana. Pria misterius itu tercatat sudah tiga kali mendatangi kediaman korban dengan dalih menanyakan kamar sewa sebelum akhirnya mengeksekusi aksi kejahatannya.
“Orangnya itu sudah tiga kali ke sini, pertama Minggu pagi, terus Senin pagi dan sempat melihat kamar yang di atas,” beber Rumi.
Menurut kesaksian Rumi, saat kunjungan awal sempat terjadi tawar-menawar harga sewa antara korban dan pelaku yang belum berujung kesepakatan. “Dari awal saya sudah tanya, kenapa tidak jadi kos. Katanya masih menawar harga,” tambahnya.
Korban Terkapar Penuh Darah di Lantai Bawah
Ketika tindak pidana curas itu berlangsung, situasi permukiman sekitar terbilang sunyi. Rumi yang sedang tidur siang baru menyadari kejanggalan setelah mendapati korban sudah dalam kondisi kritis terkapar di depan pintu lantai bawah.
“Saya melihat korban jatuh di depan pintu dan wajahnya penuh darah. Kemudian saya minta tolong kepada tetangga di sini,” kata Rumi.
Diserang di Lantai 2, Kalung Emas 30 Gram Lenyap
Warga sekitar lainnya, Dian alias Kancil, menduga peristiwa penyerangan fisik terjadi saat korban mengantar pelaku mengecek kamar di lantai dua rumah. Kondisi lingkungan yang lengang dimanfaatkan pelaku untuk membekap korban tanpa terdengar oleh tetangga.
“Korban itu dirampok saat berada di lantai dua. Karena memang suasana sepi, tetangga tidak ada yang mendengar. Kemungkinan waktu itu dibekap,” papar Dian.
Incar Perhiasan yang Kerap Dikenakan Korban
Dian menyebut, perhiasan emas yang melekat di tubuh Rochmani disinyalir menjadi sasaran utama kejahatan. Korban diketahui terbiasa mengenakan dua kalung emas tersebut dalam aktivitas harian.
“Korban itu memiliki dua kalung seberat 30 gram dan setiap hari selalu dipakai, mungkin itu yang menjadi incaran pelaku,” jelasnya. Warga juga mencatat ciri terduga pelaku melarikan diri menggunakan sepeda motor matik Honda Beat berwarna hitam dengan kombinasi variasi biru.
CCTV Gang Terbatas, Arif Fathoni Bantu Pengadaan Kamera Pengawas
Pasca-kejadian, aparat kepolisian langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk menggelar olah TKP dan memeriksa sistem pemantau CCTV di pos keamanan warga. Namun, alat bukti visual di sekitar rumah korban mengalami kendala.
Ketua RW 02, Widiarto, menjelaskan bahwa empat unit CCTV lingkungan yang beroperasi saat ini hanya memantau lintasan ruas jalan utama, sementara jalan gang di depan rumah korban belum terjangkau pantauan lensa kamera.
“Kalau CCTV memang ada empat titik, tapi di jalan sentral. Sementara di beberapa gang tidak ada. Kemarin pihak kepolisian sempat memeriksa CCTV, namun tidak terjangkau,” tutur Widiarto.
Widiarto membeberkan bahwa usulan penambahan CCTV sudah diajukan ke kelurahan serta Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Arif Fathoni sejak tahun 2023, namun belum terealisasi hingga peristiwa kriminal ini terjadi.
Komitmen Legislatif: Segera Dibelikan CCTV Baru
Merespons insiden tragis yang menimpa warganya, Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Arif Fathoni memastikan bakal turun tangan membantu pengadaan perangkat CCTV dalam waktu dekat agar lingkungan pemukiman warga kembali aman.
“Ya, dalam waktu dekat ini akan saya belikan dan semoga kejadian ini tidak terulang lagi,” tegas Arif Fathoni.












