Mojokerto, Jatimmandiri.id – Ketidakpastian menyelimuti para calon jemaah umrah PT Annisa Ahmada Travelindo.
Dua pekan pascapelunasan biaya sebesar Rp46 juta, Bagus Purwanto (36), harus gigit jari lantaran belum menerima kepastian tanggal keberangkatan.
Warga Desa Keret, Kecamatan Krembung, Kabupaten Sidoarjo ini menyambangi posko pengaduan travel tersebut di Jalan PB Sudirman, Kota Mojokerto, Jumat (18/9/2026).
Langkah tersebut diambil demi mengonfirmasi kabar penundaan penerbangan yang semula dijadwalkan pada Minggu (20/9/2026) dini hari.
Berdasarkan informasi yang beredar, jadwal keberangkatan mendadak diundur hingga Oktober mendatang tanpa tanggal yang pasti.
“Saya datang ke posko untuk memastikan jadwal keberangkatannya. Kalau memang diundur Oktober, kami ingin tahu tanggal berapa,” kata Bagus, Sabtu (19/9/2026).
Bagus menceritakan, ia mendaftarkan dua porsi perjalanan umrah untuk dirinya dan seorang anggota keluarga. Seluruh kewajiban finansial senilai Rp46 juta pun telah dirampungkan.
Awalnya, skema biaya dipatok Rp20 juta per orang. Namun, pihak agen travel kemudian meminta suntikan dana tambahan sebesar Rp3 juta per pax dengan dalih penyesuaian tarif tiket pesawat.
“Sudah lunas Rp23 juta per orang. Saya daftar dua orang, jadi total Rp46 juta,” ujarnya.
Dari informasi yang didapat Bagus melalui grup komunikasi kuasa hukum PT Annisa Ahmada Travelindo, penundaan ini disinyalir berhulu dari kendala pada agen tiket.
Sayangnya, ikhtiar Bagus untuk menuntut penjelasan secara langsung bertepuk sebelah tangan karena kantor posko pengaduan masih terkunci rapat saat ia tiba.
Padahal, pihak travel sebelumnya mengumumkan bahwa posko pelayanan beroperasi setiap Jumat dan Sabtu pukul 07.00-15.00 WIB.
Kendati diselimuti keraguan, Bagus bersama rombongan calon jemaah lainnya memilih bertahan dan berharap itikad baik dari manajemen travel untuk segera memberikan kepastian.
“Kami tetap menunggu karena ingin ada kepastian. Kalau diberangkatkan Oktober, kami minta kepastian tanggalnya,” katanya.
Opsi tegas pun disiapkan. Jika pihak biro perjalanan tak mampu menepati janji, Bagus mendesak pengembalian dana (refund) secara penuh.
Baginya, kebuntuan ini murni dipicu oleh kegagalan manajemen dalam memenuhi jadwal awal, bukan atas kehendak jemaah.
“Saya minta uang kembali 100 persen karena saya merasa dirugikan. Bukan saya yang membatalkan, tetapi pihak travel yang tidak bisa memberangkatkan sesuai rencana,” tegasnya.
Hingga berita ini ditayangkan, manajemen PT Annisa Ahmada Travelindo masih bungkam dan belum memberikan keterangan resmi terkait polemik keluhan jemaah maupun kepastian revisi tanggal keberangkatan.












