Ekbis

Mentan Amran Pilih Inovasi ITS untuk Petani

×

Mentan Amran Pilih Inovasi ITS untuk Petani

Sebarkan artikel ini
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman. memborong sejumlah inovasi dari ITS.
Example 468x60

Sidoarjo, Jatimmandiri.id – Komitmen pemerintah memanfaatkan hasil riset perguruan tinggi diwujudkan secara nyata oleh Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman. Saat mengunjungi Kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Cabang Buncitan, Sidoarjo, Rabu (22/7), Amran langsung memborong sejumlah inovasi karya anak bangsa, mulai dari benih jagung hibrida unggul senilai Rp10 miliar, traktor amfibi, hingga alat panjat kelapa.

Langkah tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto agar produk inovasi dari kampus tidak berhenti sebagai hasil penelitian, tetapi dimanfaatkan secara luas untuk mendukung pembangunan nasional, khususnya di sektor pertanian.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Amran mengatakan pemerintah ingin memastikan inovasi yang lahir dari perguruan tinggi benar-benar sampai ke tangan petani dan mampu meningkatkan produktivitas pangan nasional.

“Hari ini kami bangga melihat karya anak bangsa di ITS. Ada benih jagung unggul dengan produktivitas 10 ton per hektare, traktor amfibi yang bisa bekerja di lahan kering maupun rawa, serta alat panjat kelapa. Inovasi seperti ini harus dimanfaatkan,” ujar Amran.

Sebagai bentuk dukungan, Kementerian Pertanian langsung membeli benih jagung hibrida ITS untuk kebutuhan tanam seluas 13.000 hektare dengan nilai mencapai Rp10 miliar.

“Hari ini kita langsung beli benih jagung untuk 13.000 hektare senilai Rp10 miliar. Produktivitasnya di atas rata-rata nasional dan nanti benih ini akan dibagikan gratis kepada petani,” katanya.

Menurut Amran, penggunaan benih unggul yang disertai pendampingan teknologi mampu meningkatkan produktivitas jagung hingga rata-rata 10 ton per hektare tanpa perlu membuka lahan pertanian baru.

“Kalau produktivitas naik, produksi nasional ikut meningkat tanpa harus menambah lahan. Itu yang kita butuhkan,” tegasnya.

Selain benih jagung, Kementerian Pertanian juga membeli traktor amfibi yang dapat dioperasikan di lahan rawa maupun lahan kering. Amran turut memastikan alat panjat kelapa yang sebelumnya dipesan kementerian akan segera dimanfaatkan untuk membantu petani meningkatkan produktivitas sekaligus mengurangi risiko kecelakaan kerja.

Baca Juga  Kejar Target NZE 2060 di Mandiri Auto Deals 2026

“Kasihan petani harus memanjat pohon kelapa hingga 20 sampai 25 meter. Dengan mesin, pekerjaan menjadi lebih aman dan produktif. Indonesia adalah produsen kelapa terbesar dunia sehingga sektor ini juga harus terus didorong, termasuk hilirisasinya,” ujarnya.

Ia menegaskan pemerintah akan terus memprioritaskan penggunaan hasil riset perguruan tinggi sebagai bagian dari transformasi pertanian berbasis teknologi.

“Ini perintah Bapak Presiden. Produk-produk kampus, mulai benih, traktor hingga alat pertanian, harus diprioritaskan. Hari ini kami buktikan dengan transaksi pembelian langsung,” kata Amran.

Sementara itu, pemulia benih jagung hibrida ITS, Dr. Muryono, menyatakan benih jagung MTE 09 telah siap diproduksi massal untuk memenuhi kebutuhan petani mulai musim tanam Oktober mendatang.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ekbis

Jakarta, Jatimmandiri.id –  Minat masyarakat terhadap Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI030 terus meningkat. Tingginya permintaan membuat pemerintah kembali menambah…