Jakarta, Jatimmandiri.id – Masyarakat yang menanti fasilitas KPR FLPP dengan tenor hingga 40 tahun masih harus bersabar.
PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) belum memasarkan skema tersebut karena masih menunggu peraturan pelaksanaan dari Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera).
Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu mengatakan aturan mengenai tenor KPR FLPP hingga 40 tahun memang telah ditetapkan. Namun, pelaksanaannya tetap membutuhkan ketentuan teknis sebagai pedoman penyaluran.
“Belum, kita menunggu peraturan pelaksanaan dari BP Tapera,” kata Nixon kepada wartawan, dikutip Senin (7/09).
Menurut Nixon, selain Peraturan Menteri Perumahan, program FLPP juga membutuhkan peraturan pelaksanaan dari BP Tapera sebelum produk tersebut dapat ditawarkan kepada masyarakat. Karena itu, hingga kini BTN belum menjual KPR FLPP tenor 40 tahun.
Meski demikian, Nixon memperkirakan skema tersebut berpotensi mendapat sambutan masyarakat. Tenor yang lebih panjang membuat nilai cicilan menjadi lebih rendah sehingga kemampuan masyarakat dalam mengangsur rumah meningkat.
“Kita sangat yakin dengan adanya tenor lebih panjang itu akan menyebabkan kemampuan mengangsurnya lebih gampang, angsurannya turun,” jelasnya.
Penurunan cicilan tersebut diharapkan memperbesar daya beli masyarakat sekaligus membuat rumah semakin terjangkau. BTN pun optimistis skema tenor panjang dapat memberikan dorongan terhadap pertumbuhan kredit perseroan.
KPR FLPP tenor 40 tahun diperuntukkan bagi masyarakat yang belum memiliki rumah atau pembeli rumah pertama. Nixon menegaskan, mereka yang telah memiliki rumah atas nama sendiri tidak dapat mengikuti program tersebut.
Dari sisi pembiayaan, BTN menyatakan memiliki kapasitas untuk mendukung penyaluran KPR FLPP. Skema tersebut memperoleh dukungan pendanaan pemerintah sehingga perseroan memiliki ruang untuk menyalurkannya setelah aturan teknis tersedia.
“Kalau FLPP ada dananya, 75% dari negara. Jadi rasanya bisa,” ujar Nixon.
Dengan demikian, peluncuran KPR FLPP tenor 40 tahun di BTN masih menunggu kepastian aturan pelaksanaan BP Tapera. Setelah regulasi teknis diterbitkan, skema tersebut berpotensi menjadi salah satu pilihan pembiayaan rumah dengan cicilan lebih ringan bagi pembeli rumah pertama.










