Nasional

Menko AHY Tegaskan Urgensi Giant Sea Wall, Benteng Strategis untuk Masa Depan Ekonomi Pantura

×

Menko AHY Tegaskan Urgensi Giant Sea Wall, Benteng Strategis untuk Masa Depan Ekonomi Pantura

Sebarkan artikel ini
AHY memaparkan bahwa pemerintah telah menyusun skala prioritas dalam proyek prestisius sepanjang kurang lebih 575 kilometer yang membentang dari Banten hingga Jatim ini.
Example 468x60

Jakarta, Jatimmandiri.id – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan bahwa pembangunan Giant Sea Wall atau Tanggul Laut Pantai Utara (Pantura) Jawa merupakan langkah strategis yang krusial.

Proyek ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur fisik, melainkan upaya mitigasi mendesak untuk melindungi kawasan pesisir utara Pulau Jawa dari ancaman banjir rob, kenaikan muka air laut, serta fenomena penurunan muka tanah (land subsidence).

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Bagi pemerintah, proyek ini adalah investasi jangka panjang guna mengamankan jutaan penduduk, kawasan industri, hingga pusat logistik yang menjadi tulang punggung ekonomi nasional.

“Kita menghadapi dua tantangan sekaligus, yaitu kenaikan muka air laut akibat perubahan iklim dan penurunan muka tanah yang terjadi di sejumlah wilayah Pantura. Karena itu, langkah mitigasi tidak bisa ditunda,” ujar Menko AHY usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Senin, 22 Juni 2026.

AHY memaparkan bahwa pemerintah telah menyusun skala prioritas dalam proyek prestisius sepanjang kurang lebih 575 kilometer yang membentang dari Banten hingga Jatim ini.

Fokus utama diarahkan pada kawasan Teluk Jakarta serta koridor Demak–Semarang–Kendal yang saat ini dinilai memiliki tingkat kerentanan paling tinggi.

Menariknya, pemerintah tidak hanya mengandalkan pendekatan infrastruktur keras (hard infrastructure).

AHY menekankan pentingnya sinergi antara pembangunan fisik dengan solusi berbasis alam (nature-based solutions) untuk menjamin keberlanjutan ekosistem.

“Kami ingin menghadirkan solusi yang tidak hanya kuat secara teknis, tetapi juga berkelanjutan secara lingkungan,” tegas AHY, merujuk pada upaya rehabilitasi mangrove dan pemulihan ekosistem pesisir yang akan diintegrasikan dalam proyek tersebut.

Lebih dari sekadar benteng perlindungan, Giant Sea Wall diproyeksikan menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi baru di kawasan Pantura.

Baca Juga  AHY Kenang Masa Muda di Singapura Saat Buka Pidato di Ecosperity Week 2026

Melalui peningkatan konektivitas dan pengembangan kawasan strategis, proyek ini diharapkan mampu menarik investasi besar yang pada akhirnya akan menciptakan lapangan kerja serta menggerakkan roda ekonomi masyarakat lokal.

Saat ini, pemerintah tengah mematangkan skema pembiayaan inovatif, termasuk melalui pendekatan land value capture.

Langkah ini diambil guna memastikan bahwa manfaat ekonomi dari proyek tersebut dapat dirasakan secara luas dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Menutup penjelasannya, AHY menekankan bahwa proyek ini adalah visi besar pemerintah dalam memperkuat ketahanan kawasan pesisir Indonesia sekaligus menjaga masa depan ekonomi nasional.

“Tujuan akhirnya bukan hanya melindungi Pantura, melainkan juga menjadikan kawasan ini lebih produktif, lebih kompetitif, dan mampu menjadi motor pertumbuhan ekonomi nasional di masa depan,” pungkasnya.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *