Nganjuk, Jatimmandiri.id — Suasana birokrasi dan politik di Kabupaten Nganjuk kian hangat menyusul bakal kosongnya kursi Sekretaris Daerah (Sekda).
Jabatan birokrasi tertinggi di Pemkab Nganjuk tersebut diperkirakan resmi berganti seiring Sekda Nur Solekan yang memasuki masa purnatugas pada Desember mendatang.
Bursa calon pengganti pun mulai ramai diperbincangkan.
Sejumlah figur birokrat senior mencuat ke permukaan, di antaranya Adam Muharto, Puguh Harnoto, hingga Tien Farida.
Namun, nama Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Nganjuk, Anang Agus Susilo, kian santer digadang-gadang sebagai salah satu kandidat kuat.
Di lingkungan internal Pemkab Nganjuk, nama Anang dinilai memiliki nilai tawar tinggi.
Pengalaman panjang, penguasaan tata kelola pemerintahan, serta rekam jejak administrasi yang solid menjadi modal utamanya.
Seorang ASN senior di lingkungan Pemkab Nganjuk yang enggan disebutkan namanya membenarkan dinamika tersebut.
“Memang benar nama Pak Anang sedang ramai diperbincangkan dan menjadi salah satu opsi kuat di kalangan kami birokrat. Kapasitasnya dikenal dan ia paham betul mekanisme pemerintahan,” ujar KKY ditemui, Rabu (16/9/2026).
Meski menguat di ranah eksekutif, konstelasi berbeda justru terlihat di gedung legislatif.
Di kalangan anggota DPRD Nganjuk, nama Anang Agus Susilo belum sepenuhnya menjadi pilihan utama.
Sebagian legislator dinilai belum sepakat penuh atau menganggap figur lain lebih pas untuk menduduki posisi strategis tersebut.
Sumber terpercaya di tubuh DPRD membenarkan bahwa belum ada suara bulat di kalangan wakil rakyat untuk memprioritaskan Anang.
Kondisi ini menandakan peta persaingan masih cair dan terbuka lebar bagi nama-nama kandidat lainnya.
Hingga kini, baik Pemprov Jatim maupun Pemkab Nganjuk belum menetapkan nama resmi.
Proses seleksi serta tahapan evaluasi kandidat dipastikan masih berjalan dinamis dengan mempertimbangkan berbagai aspek kepemimpinan dan politis sebelum keputusan akhir diketok.












