Makassar, Jatim Mandiri – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Makassar Melinda Aksa menegaskan keberhasilan gerakan PKK dinilai dari perubahan nyata dalam kehidupan keluarga. Ukurannya mencakup kesehatan, kemandirian ekonomi, dan kesejahteraan, bukan sekadar banyaknya program atau penghargaan yang diperoleh organisasi.
Pernyataan itu disampaikan Melinda pada puncak peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 tingkat Kota Makassar, Minggu. Momentum tersebut menjadi kesempatan untuk memperkuat peran PKK dalam meningkatkan kualitas hidup keluarga. Upaya itu mencakup aspek kesehatan, kemandirian ekonomi, serta penciptaan lingkungan tempat tinggal yang bersih dan nyaman.
Melinda mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya terlihat dari infrastruktur, program yang terlaksana, maupun penghargaan. Perubahan yang dialami masyarakat dalam kehidupan sehari-hari juga menjadi ukuran penting. Karena itu, hasil pembangunan perlu hadir dalam keseharian keluarga, bukan hanya tercatat sebagai kegiatan atau capaian organisasi.
“Pembangunan juga harus terasa di dalam rumah tangga, terlihat dari anak-anak yang tumbuh sehat, keluarga yang semakin mandiri secara ekonomi, serta lingkungan tempat tinggal yang bersih, sehat dan nyaman,” ujar Melinda. Pernyataan tersebut menekankan kaitan antara pembangunan dan kondisi keluarga, mulai dari kesehatan anak hingga lingkungan tempat tinggal.
Dalam gerakan pemberdayaan keluarga, kader PKK menjadi ujung tombak yang menghubungkan program organisasi dengan kebutuhan masyarakat. Peran itu dinilai penting agar kegiatan PKK dapat menjawab kebutuhan keluarga. Melinda menegaskan, pelaksanaan 10 Program Pokok PKK perlu diperkuat melalui inovasi yang sesuai dengan tantangan zaman.
Melinda mengajak kader memulai perubahan dari lingkungan terdekat. Langkah yang disampaikan meliputi penerapan pola hidup bersih dan sehat, pemanfaatan pekarangan untuk memenuhi kebutuhan pangan, serta dukungan terhadap usaha mikro dan kecil (UMK) lokal. Ia juga mendorong kebiasaan memilah dan mengelola sampah dari rumah.
Ajakan tersebut menempatkan rumah tangga dan lingkungan sekitar sebagai bagian dari pelaksanaan pemberdayaan keluarga. Pola hidup bersih dan sehat berkaitan dengan kualitas kehidupan keluarga, sementara pemanfaatan pekarangan diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pangan. Dukungan terhadap UMK lokal menjadi bagian dari penguatan ekonomi keluarga, dan pengelolaan sampah dimulai dari rumah.
Melinda juga menyampaikan bahwa pemberdayaan keluarga perlu berjalan seiring dengan penguatan ekonomi dan peningkatan peran perempuan. Perempuan diharapkan mampu menjadi penggerak ekonomi rumah tangga sekaligus berkontribusi dalam pembangunan masyarakat. Dengan demikian, peningkatan kualitas hidup keluarga berkaitan dengan kesehatan, kemandirian ekonomi, dan peran keluarga dalam lingkungan sosial.
Ia berharap momentum HKG PKK ke-54 memperkuat sinergi jajaran TP PKK dari tingkat kota, kecamatan, dan kelurahan hingga kelompok dasawisma. Sinergi tersebut diharapkan membuat program pemberdayaan berjalan efektif dan dirasakan langsung masyarakat. Melinda menegaskan, perubahan nyata menjadi tolok ukur utama keberhasilan gerakan PKK di Kota Makassar.
“Keberhasilan gerakan PKK tidak semata-mata ditentukan oleh banyaknya kegiatan atau penghargaan yang diraih, tetapi oleh perubahan nyata dalam mewujudkan keluarga yang sehat, mandiri, dan sejahtera di Kota Makassar,” urainya. Pesan itu kembali menempatkan dampak bagi keluarga sebagai ukuran keberhasilan, sekaligus menegaskan perlunya pelaksanaan program yang dekat dengan kebutuhan masyarakat.












