Jatim

Mas Dhito Pastikan Bantu Marfel, Bocah SD yang Merawat Ibunya Sendirian

×

Mas Dhito Pastikan Bantu Marfel, Bocah SD yang Merawat Ibunya Sendirian

Sebarkan artikel ini
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menemui Marfel, bocah laki-laki kelas 5 SD asal Desa Ngancar yang kesehariannya merawat ibunya seorang diri.
Example 468x60

Kediri, Jatimmandiri.id – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menemui bocah laki-laki kelas 5 SD asal Desa Ngancar yang kesehariannya merawat ibunya seorang diri.

Tidak seperti kehidupan teman sebayanya, di usianya yang masih belia, bocah itu harus memikul tanggung jawab pekerjaan rumah.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Kehadiran Bupati yang akrab dengan sapaan Mas Dhito pada Kamis siang (13/8/2026) ini langsung disambut Marfelino Dhuha Saputra (11) yang baru saja pulang sekolah.

Masih menggunakan seragam merah putih dan bersepatu, Marfel pun mempersilahkan bupati duduk di kursi kayu.

Kisah Marfel menarik Mas Dhito untuk mengetahui lebih dalam. Duduk berjajar di kursi yang sama, bupati muda ini terus mengulik aktivitas keseharian Marvel dengan banyak pertanyaan.

“Kamu bisa masak?” tanya Mas Dhito.

“Bisa, masak jangan (sebutan sayur dalam bahasa Jawa) apa saja, asal diberitahu caranya,” jawab Marfel.

Dengan polos Marfel menjawab pertanyaan demi pertanyaan yang dilontarkan bupati.

Bocah itu memang kesehariannya biasa masak sendiri, termasuk pekerjaan mencuci maupun membersihkan rumah.

“Sejak kapan mulai merawat ibumu?” Kembali Mas Dhito bertanya kepada Marfel.

“Sejak kelas 3 akhir-akhir,” jawab bocah kelas 5 SD itu.

Ibu Marfel yang bernama Kumala, 41, memang sudah sekitar 2 tahun mengalami pengapuran tulang.

Dengan kondisinya itu, saat kedatangan bupati ke rumahnya, dia pun hanya bisa berbaring di tempat tidur yang berada di samping pintu ruang tamu.

Aktivitas Kumala harus dibantu sang anak. Mulai untuk makan, Marfel begitu bangun tidur langsung masak seadanya untuk sarapan bersama ibunya, baru kemudian berangkat sekolah.

Begitu pulang sekolah, bocah itu juga kembali masak untuk ibunya. Kemudian, sore harinya seperti teman-temannya yang lain Marfel pun mengaji.

“Ini anak yang luar biasa. Tadi saya tanya kapan mainnya, kata dia main setelah habis ngaji,” terang Mas Dhito.

Baca Juga  Doa, Pesan Kebangsaan, dan Kebersamaan Warnai Malam Tirakatan Karangdoro

Menurut cerita Mas Dhito, ketika awal melakoni tanggung jawab merawat ibunya, anak tersebut sempat merasakan berat.

Namun kini dia telah terbiasa dan tidak menjadikan tanggung jawab itu sebagai beban.

Mas Dhito pun terus memberikan dukungan bagi Marfel. Dia berpesan, di tengah tanggung jawab merawat ibunya, bocah itu tidak boleh melupakan ibadah dan harus terus bersekolah.

Sebelum berpamitan, Mas Dhito juga meninggalkan nomor ponsel pribadinya kepada Marvel.

Sewaktu-waktu bocah itu butuh sesuatu, dia diminta untuk segera menghubungi.

“Kalau ada apa-apa dia sewaktu-waktu boleh hubungi saya. Kebutuhan sekolah, makan dan sebagainya kita yang akan cukupi,” pungkas Mas Dhito.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

MALANG, JATIM MANDIRI – Divisi Infanteri (Divif) 2 Kostrad meneguhkan semangat pengabdian dan menjaga kedaulatan bangsa dalam peringatan HUT ke-81…

Berita

Surabaya, Jatim Mandiri Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh elemen bangsa memperkuat kedaulatan Indonesia melalui kemandirian pangan, energi, ekonomi,…

Berita

Surabaya, Jatim Mandiri Tujuh satuan kerja Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Jawa Timur beradu kreativitas melalui lomba video “DJKN se-Jatim…

Berita

Surabaya, Jatim Mandiri BRI Regional Office 12 Surabaya memberikan penghargaan kepada insan BRILiaN dan unit kerja berprestasi melalui BRI Excellence…

Berita

Malang, Jatim Mandiri Satlantas Polres Malang membagikan miniatur bendera Merah Putih pada kendaraan pengguna jalan di Kabupaten Malang, Senin (17/8)….