Kediri, Jatimmandiri.id – Keterbatasan warga yang memiliki kemampuan merawat jenazah, terutama jenazah perempuan, mendorong mahasiswa KKN Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kelompok 03 menggelar pelatihan Tajhizul Janaiz di Desa Bulu, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri.
Pelatihan yang berlangsung di Masjid Hidayaturrahman, Dusun Gapuk, itu diikuti sekitar 40 peserta yang terdiri atas bapak-bapak, ibu-ibu, pemuda, dan pemudi Desa Bulu. Kegiatan diarahkan untuk memperkuat kemampuan warga dalam menjalankan fardhu kifayah ketika menghadapi kematian di lingkungan masyarakat.
Materi dan praktik disampaikan Wafi Syamsul Fuadhi, anggota Divisi Keagamaan KKN Kelompok 03 sekaligus mahasantri Ma’had Aly Lirboyo. Ia menjelaskan tahapan yang perlu dilakukan sejak seseorang menjelang ajal hingga proses pemakaman.
Peserta tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga mengikuti praktik tata cara memandikan, mengkafani, hingga menguburkan jenazah secara runtut sesuai ajaran Islam.
Antusiasme warga terlihat sepanjang kegiatan. Mereka aktif mengikuti setiap tahapan praktik agar memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai pelaksanaan perawatan jenazah.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa KKN UIT Lirboyo memberikan keterampilan yang dapat langsung diterapkan masyarakat. Pengetahuan itu diharapkan tidak berhenti pada peserta pelatihan, tetapi dapat diteruskan kepada warga lainnya.
Dengan semakin banyak warga yang memiliki kemampuan Tajhizul Janaiz, masyarakat diharapkan tidak lagi bergantung pada segelintir orang ketika harus menjalankan kewajiban fardhu kifayah.
Pelatihan berlangsung lancar dan mendapat respons positif dari warga. Mahasiswa KKN UIT Lirboyo berharap kegiatan tersebut menjadi bekal praktis sekaligus memperkuat kepedulian dan kesiapan masyarakat Desa Bulu dalam menjalankan kewajiban keagamaan.












