Malang, Jatim Mandiri
Bencana tanah longsor dan angin kencang yang melanda Kabupaten Malang akhir pekan lalu, membuat 35 rumah dan satu fasilitas umum terdampak. Sedikitnya 21 rumah di lima dusun Desa Tirtoyudo terdampak longsor pada Sabtu (31/10), dan 14 rumah diterjang angin kencang di Dusun Belandit Barat, Desa Wonorejo, Singosari, Jumat (30/10).
Longsor di Desa Tirtoyudo dan Gandungsari, Kecamatan Tirtoyudo, terjadi sekitar pukul 05.00 WIB seiring hujan berintensitas tinggi sejak dini hari. Berdasarkan pendataan BPBD, 21 rumah di lima dusun Desa Tirtoyudo terdampak. Kerusakan paling banyak dilaporkan di Dusun Sidodadi dan Krajan.
“Lokasi titik longsor didapati pada ruas jalan desa di wilayah RT 04 RW 01, juga bahu jalan di Dusun Sidodadi RT 022 RW 004,” ungkap Sadono Irawan dari Pusdalops BPBD Kabupaten Malang, seperti dikutip Times Indonesia, Minggu (1/11).
Longsor juga memutus sejumlah akses jalan penghubung antardusun, termasuk jalur menuju Dusun Sukomulyo dan pemakaman Dusun Krajan. Warga bersama petugas melakukan pembersihan material secara gotong royong. Penanganan lanjutan membutuhkan alat berat serta bantuan logistik, selimut, dan obat-obatan.
Di tempat lain, angin kencang menerjang Dusun Belandit Barat, Desa Wonorejo, Singosari, Jumat (30/10). Sebanyak 14 rumah dan satu fasilitas umum terdampak, termasuk atap SMP Negeri 4 Satu Atap.
Kerugian material diperkirakan Rp28,5 juta. Camat Singosari Wellem Suherman mengatakan kerja bakti bersama warga dan petugas telah dilakukan sehari setelah kejadian. “Keesokan harinya telah dilakukan karya bakti warga bersama petugas lintas unsur. Rata-rata kerusakan ringan dan sudah kami laporkan kepada pihak terkait,” kata Wellem. (*/ibn)












