Daerah

Lombok Tengah Tetap Siaga Kekeringan, Bantuan Air Berlanjut

Penulis: Habib Al Bay Haqqi
×

Lombok Tengah Tetap Siaga Kekeringan, Bantuan Air Berlanjut

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Lombok Tengah, Jatim Mandiri – Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), masih menetapkan status siaga kekeringan meskipun hujan mulai melanda sejumlah wilayah. Status tersebut berlaku sejak 1 Juli 2026 hingga Desember 2026. Warga masih membutuhkan bantuan air bersih hingga awal November.

Pelaksana Tugas Kepala BPBD Lombok Tengah Zaenal Mustakim mengatakan hujan pada pekan sebelumnya belum banyak memengaruhi kondisi air sumur masyarakat. Karena itu, hujan yang turun belum menjadi alasan bagi pemerintah daerah untuk mencabut status siaga kekeringan.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

“Lombok Tengah masih siaga kekeringan, karena hujan yang terjadi pada pekan kemarin itu belum begitu berdampak terhadap kondisi air sumur masyarakatnya,” kata Zaenal di Lombok Tengah, Rabu.

Hujan pada akhir Oktober 2026 dilaporkan terjadi merata di 12 kecamatan di Lombok Tengah. Meski hujan telah turun, kondisi air sumur belum pulih secara berarti. Sejumlah warga masih membutuhkan pasokan air bersih, sehingga penyaluran bantuan tetap dilakukan.

“Warga saat ini masih membutuhkan bantuan air bersih,” ujar Zaenal. Kebutuhan warga tersebut menjadi dasar BPBD Lombok Tengah melanjutkan penyaluran air bersama perusahaan daerah air minum atau PDAM. Bantuan diberikan setiap hari sesuai permintaan masyarakat.

“Setiap hari kami tetap menyalurkan sebanyak empat tangki air bersih kepada masyarakat,” katanya. Jumlah bantuan harian itu disalurkan melalui kerja sama BPBD dan PDAM. Penyaluran mengikuti permintaan, sementara kebutuhan air bersih masih dirasakan warga di wilayah terdampak kekeringan.

Selama musim kemarau hingga awal musim hujan, total air bersih yang telah disalurkan mencapai lebih dari 100 tangki. Bantuan itu tetap diberikan meskipun hujan mulai turun. Pemerintah daerah masih menjalankan penanganan karena hujan belum berdampak cukup besar pada persediaan air sumur.

Baca Juga  Pabrik Kosmetik Ilegal Digerebek, Bukti Rp16 M Disita

Status siaga kekeringan ditetapkan secara resmi untuk periode 1 Juli 2026 hingga Desember 2026. Dalam periode tersebut, dampak kekeringan di Lombok Tengah melanda sembilan kecamatan dan mencakup sekitar 45 hingga 91 desa. Data itu menjadi gambaran luasnya wilayah yang terdampak.

Kecamatan terdampak yang disebut meliputi Pujut, Praya Timur, Praya Barat, Praya Barat Daya, Praya Tengah, Jonggat, Batukliang, dan Janapria. Wilayah-wilayah tersebut termasuk dalam sebaran dampak kekeringan di kabupaten yang memiliki 12 kecamatan. Bantuan air bersih terus disesuaikan dengan permintaan warga.

Zaenal menyatakan anggaran untuk menangani dampak musim kemarau masih aman. Dengan kondisi anggaran tersebut, kebutuhan air bersih masyarakat disebut masih dapat dipenuhi. Pemkab Lombok Tengah tetap berstatus siaga hingga masa berlaku yang ditetapkan berakhir pada Desember 2026.

“Untuk anggaran penanganan dampak musim kemarau masih aman. Artinya kebutuhan air bersih untuk masyarakat masih bisa tetap dipenuhi,” katanya. Pemerintah daerah melanjutkan bantuan air bersih selama warga masih memerlukan pasokan dan hujan belum banyak memulihkan kondisi sumur.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Surabaya, Jatim Mandiri Sebanyak 160 personel Polda Jatim mengalami rotasi jabatan, termasuk sejumlah pejabat strategis di Polrestabes Surabaya dan beberapa…

Bencana Alam

Seruyan, Jatim Mandiri Helikopter Mi-17V5 milik Pusat Penerbangan Angkatan Darat (Puspenerbad) jatuh saat menjalankan misi pemadaman kebakaran hutan dan lahan…

Bencana Alam

Surabaya, Jatim Mandiri Menyusul rentetan bencana di Lumajang, Malang, dan Trenggalek, DPRD Jatim meminta pemerintah daerah memperkuat mitigasi, kesiapsiagaan, serta…