Sumenep, Jatimmandiri.id- Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Kalianget terus memperkuat budaya keselamatan pelayaran di kalangan masyarakat.
Upaya tersebut salah satunya dilakukan melalui edukasi keselamatan pelayaran kepada generasi muda di wilayah pesisir dan kepulauan.
Kali ini, KSOP Kelas IV Kalianget menggelar Sosialisasi Edukasi Keselamatan Pelayaran Sejak Dini di SMAN 1 Kalianget, Kabupaten Sumenep. Kegiatan yang berlangsung di aula sekolah tersebut diikuti antusias oleh para siswa.
Sosialisasi dikemas secara interaktif dengan memberikan pemahaman mengenai pentingnya keselamatan saat menggunakan transportasi laut. Materi tersebut dinilai penting bagi pelajar, khususnya mereka yang sehari-hari tinggal di wilayah kepulauan dan pesisir serta berpotensi menggunakan transportasi laut.
Dalam kegiatan tersebut, petugas KSOP Kelas IV Kalianget memberikan penjelasan mengenai berbagai aspek keselamatan pelayaran. Salah satunya pengenalan terhadap alat keselamatan yang wajib diketahui penumpang ketika berada di atas kapal.
Para siswa juga diperkenalkan dengan prosedur menghadapi kondisi darurat. Materi antara lain mencakup pemutaran video Man Overboard (MOB) drill, yakni prosedur penanganan ketika seseorang jatuh ke laut, serta simulasi penanganan kebakaran di atas kapal.
Selain keselamatan pelayaran, peserta mendapatkan wawasan mengenai dunia kepelabuhanan. Petugas KSOP mengenalkan sejumlah pelabuhan yang berada di wilayah Kalianget, termasuk fungsi dan perannya dalam mendukung aktivitas transportasi laut.
Siswa Praktik Menggunakan Jaket Pelampung
Tidak berhenti pada penyampaian materi, sosialisasi juga dilengkapi dengan praktik langsung. Sejumlah perwakilan siswa SMAN 1 Kalianget diberi kesempatan mencoba menggunakan life jacket atau jaket pelampung serta life buoy atau pelampung berbentuk lingkaran.
Petugas memberikan penjelasan mengenai cara penggunaan dan fungsi masing-masing alat keselamatan tersebut. Praktik ini dilakukan agar para siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mengetahui tindakan yang harus dilakukan ketika menghadapi keadaan darurat di kapal.
Antusiasme siswa semakin terlihat saat sesi tanya jawab. Mereka aktif menyampaikan berbagai pertanyaan mengenai keselamatan penumpang, kondisi darurat di kapal, hingga dunia pelayaran dan kepelabuhanan.
Kepala Kantor KSOP Kelas IV Kalianget, Azwar Anas, S.H., M.Hum., menegaskan bahwa keselamatan pelayaran membutuhkan komitmen bersama dari seluruh pihak.
“Keselamatan pelayaran bukan hanya menjadi tanggung jawab satu pihak. Seluruh jajaran harus memiliki integritas, disiplin, dan komitmen untuk memastikan setiap kegiatan pelayaran berjalan sesuai ketentuan keselamatan,” kata Azwar Anas.
Menurutnya, penguatan budaya keselamatan perlu dilakukan secara konsisten, termasuk melalui kegiatan edukasi kepada generasi muda. Pemahaman mengenai keselamatan yang diberikan sejak bangku sekolah diharapkan dapat membentuk kebiasaan positif ketika para siswa menggunakan transportasi laut.
Melalui kegiatan tersebut, KSOP Kelas IV Kalianget berharap para pelajar dapat menjadi bagian dari upaya membangun budaya keselamatan pelayaran. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan tidak hanya diterapkan untuk keselamatan diri sendiri, tetapi juga disampaikan kepada keluarga dan lingkungan sekitar.
Edukasi sejak dini tersebut menjadi salah satu langkah preventif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keselamatan dalam setiap aktivitas transportasi laut.














