Depok, Jatim Mandiri – Wakil Ketua Komisi XII DPR RI Sugeng Suparwoto menyatakan dukungannya terhadap upaya peningkatan produksi minyak mentah atau lifting minyak dan gas bumi dalam negeri guna memperkuat ketahanan energi serta mengurangi ketergantungan impor. Pernyataan tersebut disampaikan dalam kegiatan diskusi buku serta seminar tata kelola energi yang berlangsung di Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, pada Rabu (7/10).
“Indonesia harus menemukan cadangan migas baru sebagai langkah meningkatkan lifting minyak,” ujar Sugeng dalam acara yang membahas pembangunan sektor energi nasional tersebut.
Sugeng menambahkan bahwa kebijakan yang mendukung kemandirian dan swasembada energi nasional sangat diperlukan saat ini. Ia menyoroti kondisi faktual bahwa Indonesia masih berstatus sebagai eksportir gas alam, tetapi di sisi lain masih menjadi importir gas elpiji.
Untuk mengatasi tantangan tersebut, Komisi XII DPR RI saat ini tengah menyusun Undang-Undang Migas baru. Pembentukan regulasi ini bertujuan untuk menghadirkan Badan Usaha Khusus Migas sesuai dengan amanah Mahkamah Konstitusi.
“Selain itu, Indonesia perlu memiliki Petroleum Fund sebagai cadangan masa depan generasi bangsa dari hasil migas,” tutur Sugeng.
Dalam kesempatan yang sama, anggota Dewan Energi Nasional M. Kholid Syeirozi memandang perlunya perbaikan tata kelola hulu migas nasional. Berdasarkan data, cadangan minyak nasional terbukti hingga tahun 2025 tersisa 2,3 miliar barel.
Sementara itu, Guru Besar Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia Prof. Eko Prasojo mengingatkan pentingnya perencanaan kebijakan yang matang agar implementasi di lapangan berjalan sukses tanpa kegagalan sejak tahap perancangan.
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menyampaikan target peningkatan lifting minyak bumi nasional yang dipatok naik menjadi 612.500 barel per hari pada tahun 2027.








