Gaya HidupNasional

Dituding Cuma Konten, Ria Ricis Buktikan Asap Karhutla

Penulis: Hari Agung
×

Dituding Cuma Konten, Ria Ricis Buktikan Asap Karhutla

Sebarkan artikel ini
Ria Ricis
(Foto: Ig@riaricis)
Example 468x60

Intisari Berita:

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id
  • Aksi kemanusiaan kreator konten Ria Ricis membantu penanganan karhutla di Kalimantan pada 4 November 2026 menuai pro-kontra warganet.
  • Menjawab tudingan terlambat dan sekadar membuat konten, Ricis membeberkan bukti visual pekatnya kabut asap kuning di Palangka Raya.
  • Bergabung bersama sejumlah selebritas perempuan dan tim relawan, ia terjun langsung memadamkan api serta mendistribusikan pasokan air bersih.

Palangka Raya, Jatimmandiri.id — Langkah kreator konten ternama Ria Ricis terjun langsung membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan menjadi sorotan publik. Kehadirannya di lokasi terdampak sejak 4 November 2026 memicu reaksi beragam dari warganet di media sosial — mulai dari apresiasi atas kepeduliannya hingga cibiran yang menudingnya terlambat datang dan hanya memanfaatkan situasi demi konten.

Tak tinggal diam menghadapi spekulasi negatif tersebut, figur publik dengan puluhan juta pengikut ini membalas tudingan dengan membeberkan fakta lapangan. Lewat dokumentasi visual autentik, Ricis memperlihatkan bahwa krisis kabut asap akibat karhutla masih nyata dan belum sepenuhnya tuntas sebagaimana dipersepsikan sebagian orang.

Bantah ‘Sudah Cerah’: Dokumentasikan Pekatnya Kabut Asap di Depan Rumah Sakit

Salah satu bukti konkret yang ditunjukkan Ricis adalah kondisi atmosfer di Palangka Raya, ibu kota Kalimantan Tengah. Dalam unggahan video singkatnya, ia memperlihatkan pemandangan di depan sebuah rumah sakit yang masih diselimuti kabut asap tebal berwarna kekuningan.

“Bahkan ini kita di depan rumah sakitnya, dari semalam bisa lihat masih kuning banget,” tutur Ricis sembari mengenakan masker pelindung.

Video tersebut sekaligus menepis anggapan bahwa dampak karhutla telah mereda seiring turunnya hujan di beberapa wilayah. Ricis menegaskan bahwa asumsi “semua sudah selesai” merupakan kesimpulan yang terlampau dini.

Baca Juga  Asha Assuncao Raih Piala Perdana di ITA 2026

“Aku aminkan yang bilang semua sudah telat & cerah. Kalimantan, 5 November 2026,” tulis Ricis dalam takarir unggahannya yang viral.

Ia juga menegaskan realitas yang disaksikannya secara langsung di lapangan. “Kata siapa sudah enggak ada asap dan api? Ya, masih ada asap,” tegasnya membantah narasi keliru di media sosial.

Terjun Padamkan Api, Salurkan Air Bersih Bersama Deretan Figur Publik

Kehadiran Ricis di tanah Borneo tak sekadar aksi simbolis di depan kamera. Dalam berbagai rekaman di lapangan, ia tampak bergabung langsung bersama petugas darurat dan tim relawan untuk menjinakkan bara api menggunakan peralatan dasar seperti ember dan selang air. Selain memadamkan api, ia turut menyalurkan air bersih bagi warga terdampak kabut asap.

Aksi kemanusiaan ini menempatkan Ricis dalam barisan figur publik perempuan yang telah lebih dulu bergerak menyalurkan bantuan ke Kalimantan, seperti Hesti Purwadinata, Sherina Munaf, Zaskia Adya Mecca, hingga Riyuka Bunga. Kolaborasi ini memperlihatkan pemanfaatan pengaruh figur publik sebagai agen perubahan untuk menarik atensi masyarakat luas terhadap isu krisis lingkungan yang sering kali cepat terlupakan.

Dorong Pencegahan Struktural: Karhutla Tak Tuntas Sekadar Turun Hujan

Di balik keterlibatannya, Ricis mengingatkan bahwa penanganan bencana membutuhkan konsistensi kerja dan kerja sama jangka panjang, bukan sekadar respons sesaat di media sosial. Kendati guyuran hujan sempat meredakan kobaran api di permukaan, vegetasi gambut dan tanah di Kalimantan tetap menyimpan potensi titik api laten yang mudah berkobar kembali jika tidak ditangani serius.

Mengingat karhutla saat musim kemarau telah menjadi siklus tahunan yang berulang, penyelesaiannya menuntut reformasi tata kelola lahan yang ketat, kepatuhan penegakan hukum, serta literasi pencegahan di tingkat warga.

Baca Juga  Geladi Hingga Larut, JFC 2026 Siapkan Parade Terbaik

“Kita tidak boleh berhenti hanya karena hari ini sudah hujan,” pesan Ricis, sembari mendorong pemerintah dan otoritas terkait memperkuat sistem mitigasi terpadu yang berkelanjutan.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gaya Hidup

Jakarta, Jatimmandiri.id – Polemik yang menyeret nama Raffi Ahmad mulai menjadi sorotan terhadap kerja sama komersial keluarganya. Nagita Slavina kini…

Gaya Hidup

Jakarta, Jatimmandiri.id – Nama selebgram Fujianti Utami kembali menarik perhatian publik setelah perayaan ulang tahunnya yang ke-24 pada 3 November…