Jakarta, Jatim Mandiri – Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno memperkenalkan semangat gotong royong dan keberagaman budaya Jakarta kepada delegasi CityNet dari berbagai kota di kawasan Asia-Pasifik. Pengenalan itu berlangsung dalam jamuan makan malam atau Welcome Dinner di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (3/11). Acara tersebut menjadi bagian dari Pertemuan ke-46 Komite Eksekutif CityNet.
Pertemuan ke-46 Komite Eksekutif CityNet diselenggarakan di Jakarta pada 3-4 November 2026. Dalam kesempatan tersebut, Rano menyampaikan bahwa gotong royong merupakan bagian dari kehidupan masyarakat Jakarta yang beragam. Nilai itu, menurutnya, menjadi kekuatan dalam membangun kota yang inklusif dan berkelanjutan.
Rano menjelaskan, gotong royong dapat menyatukan pemerintah, warga, dan berbagai pemangku kepentingan saat menghadapi persoalan bersama. Ia juga menekankan bahwa penanganan tantangan perkotaan membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Karena itu, Jakarta tidak hanya mengandalkan kebijakan pemerintah, tetapi juga mengedepankan partisipasi masyarakat.
Melalui pertemuan dengan delegasi CityNet, Rano berharap para tamu dapat mengenal Jakarta secara lebih utuh. Ia ingin Jakarta dipahami bukan semata-mata sebagai pusat pemerintahan dan kegiatan ekonomi. Kota ini juga memiliki kekayaan sejarah, budaya, serta tradisi masyarakat yang terus berkembang.
Untuk memperkenalkan sisi budaya dan sejarah tersebut, Rano mengajak para delegasi menikmati keberagaman kuliner Jakarta dan mengunjungi kawasan Kota Tua. Ajakan itu memberi kesempatan kepada para tamu untuk mengenal perjalanan sejarah Jakarta. Kuliner dan kawasan bersejarah menjadi bagian dari pengenalan identitas kota kepada masyarakat internasional.
Rano menyebut kunjungan delegasi sebagai kesempatan memperkenalkan identitas Jakarta sekaligus mempererat hubungan antarkota. Interaksi budaya menjadi salah satu cara untuk membangun hubungan tersebut. Dalam rangkaian kegiatan ini, para perwakilan kota Asia-Pasifik dikenalkan pada Jakarta melalui nilai gotong royong, keberagaman budaya, kuliner, dan sejarahnya.
Dalam kesempatan itu, Rano turut menyampaikan sejumlah persoalan perkotaan yang dihadapi, yakni kepadatan penduduk, keterbatasan hunian, perubahan iklim, dan kemacetan. Berbagai persoalan tersebut memerlukan keterlibatan banyak pihak. Kerja sama pemerintah, warga, dan pemangku kepentingan dinilai penting untuk menjawab tantangan serta mendukung kualitas hidup masyarakat.
Rano menegaskan bahwa upaya memperkuat ketahanan kota dan meningkatkan kualitas hidup tidak dapat dilakukan secara terpisah. Ia menyampaikan, “Upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan memperkuat ketahanan kota tidak dapat dilakukan secara terpisah. Diperlukan kerja sama dan komitmen bersama untuk menjawab berbagai tantangan tersebut,” kata Rano.
Jamuan makan malam di Balai Agung menjadi bagian dari rangkaian pertemuan CityNet di Jakarta pada 3-4 November 2026. Melalui agenda tersebut, Rano memperkenalkan gotong royong sebagai nilai yang menyatukan masyarakat yang beragam. Ia juga mengajak delegasi mengenal kuliner dan sejarah Jakarta, sekaligus mempererat hubungan antarkota melalui interaksi budaya.












