Kota Besar

Bukan Sekadar Bedah Rumah, Program Dandan Omah di Gubeng Sukses Gerakkan Ekonomi Lokal

×

Bukan Sekadar Bedah Rumah, Program Dandan Omah di Gubeng Sukses Gerakkan Ekonomi Lokal

Sebarkan artikel ini
Camat Gubeng Annita Hapsari bersama Lurah Baratajaya Entik Lindasari meresmikan rumah milik keluarga Taufik di kawasan Nginden Kota II.
Example 468x60

Surabaya, Jatimmandiri.id – Komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam mengentaskan kawasan hunian tidak layak terus menunjukkan progres nyata di tingkat kelurahan.

Lewat program bertajuk Dandan Omah, intervensi perbaikan rumah tidak layak huni (rutilahu) kini digulirkan dengan pendekatan yang lebih humanis.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Yakni, mengawinkan perbaikan infrastruktur dengan pemberdayaan ekonomi lokal.

Akselerasi program berbasis kerakyatan ini salah satunya ditandai dengan peresmian hunian baru yang layak bagi keluarga Taufik, warga RT/RW 3 Baratajaya, Kecamatan Gubeng, pada Jumat (10/7/2026).

Peresmian rutilahu tersebut dilakukan langsung oleh Camat Gubeng Annita Hapsari bersama Lurah Baratajaya Entik Lindasari.

Lurah Baratajaya Entik Lindasari menjelaskan, pelaksanaan renovasi hunian warga di wilayahnya dilakukan secara terencana dan bertahap.

Hal ini guna memastikan seluruh proses administrasi serta kesiapan teknis di lapangan berjalan dengan matang tanpa kendala.

“Untuk tahun ini masih 3 rumah yang menerima intervensi. InsyaAllah bulan depan 7 rumah lagi yang mendapatkan intervensi, sehingga total jumlahnya mencapai 10 rumah,” ujar Entik.

Menariknya, program Dandan Omah tidak lagi menggunakan jasa kontraktor besar. Seluruh proses pengerjaan fisik diserahkan kepada Kelompok Teknis Perbaikan Rumah (KTPR) yang diisi oleh masyarakat setempat dengan konsep Padat Karya.

Mulai dari penentuan material hingga penyediaan tenaga kerja tukang, semuanya wajib melibatkan warga yang tinggal di sekitar lokasi penerima bantuan.

Bagi Entik, output dari program ini tidak boleh sekadar diukur dari seberapa kokoh dinding atau atap rumah yang diperbaiki.

Nilai sosiologis di tingkat akar rumput justru menjadi fondasi utama yang ingin dicapai oleh pemerintah kota.

“Harapan saya untuk program Pemkot ini bisa terus berlanjut. Dan yang paling penting, program ini bukan hanya memperbaiki fisik rumah, tapi juga menumbuhkan kembali semangat gotong royong warga,” papar Entik.

Baca Juga  Wali Kota Eri Cahyadi Nonaktifkan Sementara Admin Medsos yang Viral karena Candaan Khilaf

Transparansi program yang mengedepankan usulan berjenjang dari bawah serta pelibatan warga lokal sebagai pekerja ini mendapat respons positif dari para pemangku wilayah.

Struktur RT/RW kini lebih mudah mengawal distribusi bantuan agar tepat sasaran menyasar klaster keluarga miskin (gamis) hingga kelompok Pramiskin (pramis).

Ketua RW 3 Kelurahan Baratajaya, Suyitno, melayangkan apresiasi mendalam kepada jajaran Pemkot Surabaya yang dinilai sangat responsif terhadap kondisi riil warganya di lapangan.

“Saya sebagai RW, sangat-sangat berterima kasih dengan adanya Rutilahu. Ini masih warga miskin atau Gamis, ke depan katanya Pramis. Semoga bermanfaat bagi yang menerimanya,” ungkap Suyitno.

Melalui sinergi yang kuat antara aparatur kecamatan, kelurahan, pengurus kampung, dan warga dalam skema padat karya, Suyitno berharap program Dandan Omah di Baratajaya menjadi percontohan nyata.

“Langkah ini membuktikan bagaimana sebuah program pemerintah mampu mengentaskan kemiskinan sekaligus mempererat solidaritas sosial perkotaan,” tuntasnya.

 

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jatim

Surabaya, Jatimmandiri.id —Bukan cuma Tugu Pahlawan. Keberadaan Monumen Kapal Selam (Monkasel) kian mempertegas kesan sejarah perjuangan sebagai identitas Kota Surabaya….